Kita Tak Belajar Membaca Tanda-tanda

ketika kita terhuyung-huyung dalam goncangan panjang
ketika kita bersidekap rapat dengan bumi
ketika kita tak pernah tahu tanah rengkah
air laut surut berdepa-depa
ketika ia menjulurkan lidahnya ke angkasa
ikan-ikan menggelepar, pasir-pasir mengering
rumput laut tak sembunyi di balik karang
lalu sebagian dari kita berhamburan ke tengah pasir
silau oleh gemerlap sisik ikan
bagai kunang-kunang yang mabuk cahaya
seakan bara siap mengharumkannya
perut sejengkal sudah sehasta
berbongkah-bongkah daging merah
gerah menari di lidahnya
Masya Allah, ketika dari kejauhan dia datang menerkam
Tak ada sayap menerbangkan tubuh kita
Dalam hitungan detik Malaikat Izrail kembali
Menyampaikan laporannya
Menyempurnakannya hitungannya
Kita tak belajar membaca tanda-tanda
Sebagian kita melihat dengan batinnya
Masjid-masjid yang sendiri di bibir pantai
Adalah perahu Nuh yang disesaki kaumnya
Lalu ia bertanya mengapa berlari dari masjid.


Banda Aceh
10 Januari 2005
Puisi D. Kemalawati
Puisi: Kita Tak Belajar Membaca Tanda-tanda
Karya: D. Kemalawati

Baca juga: Kumpulan Artikel Hari Ini
Loading...

Post A Comment:

0 comments: