Ekstase

Seketika kita terdiam
membiarkan kata-kata menemukan jodohnya
dalam ruang tak kasat mata
lama sesudahnya
kita mengintip dari lobang bumi
Sesungguhnya tak ada diam terdiam
pada nafas terus memberi isyarat
meski kalimat terbendung di pangkal kunci
karna kau tetap fana di bibirku.

Surabaya, 1990
Puisi: Ekstase
Puisi: Ekstase
Karya: M. Nurgani Asyik

Baca juga: Kumpulan Puisi Ayah Bunda Tersayang

Post A Comment:

0 comments: