Hidup

Tanyalah, siapa terus menerus terkungkung
matahari jadi jarum jam melindas tak perduli
kaki siapakah tertanam di tanah kering
dengan penantian menjemukan
terlalu lemah melawan keterikatan
sehingga waktu semena-mena saja mencengkram
tanyalah, jangan diterbangkan mengawang
siapa membuka telinga bagi keluhan-keluhan
(Kitalah amat rapuh serta manja terhadap deraan)

Klaten, 1989
Puisi: Hidup
PuisiHidup
Karya: M. Nurgani Asyik

Post A Comment:

0 comments: