Lelaki Jalan

Ke jalan, anakku. Lelakilah yang mengukur simpang-simpang
dalam bola kabut. Atau neraka yang terpancar dari kerusuhan
teruskan sangarnya matahari. Seperti waktu yang selalu
kita debatkan bagi kampung halaman. Serta rakit yang
mengarungi rantau-rantau. Maka teruskan mencari
meski kau akan banyak kehilangan. Ketika malam jatuh
atau saat para pemabuk terbuai. Ukurlah hidup
baru selingkar mana?

Ke jalan, anakku. Bagi lelaki tak ada takdir di kamar ini
selain bayangan langit-langit. Mimpi berkepanjangan
jangan deritakan duka yang jauh. Karena saatnya
orang-orang akan diusir dalam perpisahan. Tentu bagi hidup
maka berangkatlah! Sekeras-keras tangis kematian
seperti bayi-bayi lepas dari gendongan. Sampai kau ketagihan
menjilat airmata. Dan kokoh sebagai pengembara.

Puisi: Lelaki Jalan
Puisi: Lelaki Jalan
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Jatuh Cinta

Post A Comment:

0 comments: