Puisi Iyut Fitra

Puisi: Laut (Karya Iyut Fitra)

Laut setelah kutinggalkan pelayaran, cuaca berubah dan musim pun diganti angin atas warna yang lain sebegitu aku bermusuh dengan rasa asin, penunggua…

Puisi: Lelaki Jalan (Karya Iyut Fitra)

Lelaki Jalan Ke jalan, anakku. Lelakilah yang mengukur simpang-simpang dalam bola kabut. Atau neraka yang terpancar dari kerusuhan teruskan s…

Puisi: Boneka (Karya Iyut Fitra)

Boneka Pada matanya yang berdebu kulihat seorang lelaki menuju malam. langkahnya seperti pertempuran yang kalah. di pundaknya cuaca terus men…

Puisi: Sajak Senja (Karya Iyut Fitra)

Sajak Senja Kumasuki lembah itu. cuaca tak lagi berteguran senja adalah perpisahan paling gawat kita saling berpinjam waktu. dalam tahun-tahu…

Puisi: Yang Berjalan ke Dalam Kelam (Karya Iyut Fitra)

Yang Berjalan ke Dalam Kelam Kelak, bila suaraku tak lagi kau dengar di rabun malam. di jalan-jalan sebelum menempuh kota hanya kan terlihat …

Puisi: Untuk Apa Lagi Membicarakan Alamat (Karya Iyut Fitra)

Untuk Apa Lagi Membicarakan Alamat Kami berdiri di sini telah lama jiwa-jiwa yang goyah. Bumi rapuh tak ada detik atau menit yang tak bergu…

Puisi: Negeri Kita, Kekasih Kita (Karya Iyut Fitra)

Negeri Kita, Kekasih Kita (Ke kubangan, ke kubangan jua bangau-bangau itu pulang. bercerita matahari atau kisah tak sudah-sudah) Jika kabut…

Puisi: Biarkan Kesedihan Itu (Karya Iyut Fitra)

Biarkan Kesedihan Itu Biarkan kesedihan itu saja, kekasih yang menghamparkan kelam perjalanan sebab cinta tak cukup sempat membuatku dewasa …

Puisi: Kusir Bendi (Karya Iyut Fitra)

Kusir Bendi Kuda merah dan bendi merah. Sudah berapa jauh penumpang diantarkan sedari pagi muncul matahari. siang sejenak rumput dan sagu hin…

Puisi: Malam Kesatu (Karya Iyut Fitra)

Malam Kesatu seperti bulan yang lalu melintas tak terdekap kutulis lagi cerita yang sama: kita dua angsa putih gamang berlayar menabuhkan kelahiran m…

Puisi: Lelaki di Jendela (Karya Iyut Fitra)

Lelaki di Jendela Ada lelaki setengah tua tertegun di jendela tatapannya lumpuh, angin menyapu gurat nan gelisah di setiap jengkal pandang ha…

Puisi: Percintaan Hulu dan Muara (Karya Iyut Fitra)

Percintaan Hulu dan Muara Jangan pernah kau ragukan. ini bukan sajak terakhirku, kekasih sebagaimana hulu. ia selalu menyimpan rindu pada muara…

Puisi: Selamat Pagi Usia (Karya Iyut Fitra)

6 Februari Selamat Pagi Usia kembang-kembang itu terus bermekaran, datang dan mereka kirim setiap gendang riuh, padaku jauh terpukau ruang gelap: sun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.