Pagaruyung

Ada gumpal halimun rebahkan rumput-rumput di halaman
di antara bukit-bukit, gerombolan burung memisahi sarang, pagi jadi terasa dingin
ia tangkap deru waktu seolah tumpah di sela suara mesin dan derap langkah
lagu-lagu gegas juga bocah yang berupaya mengeja sejarah. tapi tak ia dengar
kokok kinantan selain orang-orang berupaya mengingat mimpi

Ada rumput-rumput basah ketika matahari tersembul kabur
ke kaki bukit kanak-kanak mengejar kisah. dongeng yang samar
satu-dua terdengar dendang tentang binuang dan gumarang, agak sayup
serupa iring harapan yang sangsai. ia peluk segala sebagai malam
ketika ibunya bercerita. ia merasa ada bongkah rindu tak sampai

Ada matahari seperti gegap di celah-celah lembah
ia cari-cari potret lama sepanjang beranda, rangkiang, anjungan serta tiang
ia eja nama-nama, ciduamato. dangtuangku. tapi hanya halimun, rumput-rumput,
dan matahari yang gagap. tiba-tiba ia ingin jadi bundo kanduang!

Batusangkar, Oktober 2012
Puisi: Pagaruyung
Puisi: Pagaruyung
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: