Puisi: Sembahyang Para Berhala Karya: M. Nurgani Asyik
Sembahyang Para Berhala

Bendi Kencana berarakan
Lalu berhenti di depan Jumat setengah pagi

Ini kisah perjemaahan di Mesjid Agung
Jemaah mesti berbaju agung
Kulit licin berminyak cendana, agung
Dalam mesjid cuma boleh masuk orang-orang agung

Di bawah naungan mentari agung
berjejeran jamaah berbaju lusuh
Aroma tubuhnya adalah kemurnian keringat
Baru mandi di kali kuning
Otomatis saja mereka membentang bayang
jadi sajadah, memasrahkan permadani
bagi orang-orang agung
Di gerbang mesjid adalah tempat bagi tangan
Merupakan bagian untuk sistem peramalan
Orang-orang agung menebar sedekah
Dengan sedikit menyembunyikan keangkuhan

Ini kisah Jumat di Mesjid Agung
Jamaah berbaju agung adalah berhala-berhala
Sengaja datang berbendi kencana
Dan tersenyum memandang penadah sedekah
Senyum khas para berhala
Shaf paling depan mesti dipersiapkan
Bagi berhala yang tiba-tiba punya jiwa
Bagi berhala yang rajin ke Jumat
Bagi berhala yang berwajah agung

Ini kisah Jumat di Mesjid Agung
Mesjid yang tahu-tahu dimiliki berhala agung
Sejak dari rumah mereka memelihara senyum
Senyum misterius para berhala
Bersyukur karena adanya mesjid
Tempat mereka berjemaah
Jemaah para berhala
Setan terpana. tak percaya
Allah tak bergeming dan
memandang sepenuh kasih-sayang

Ini kisah perjemaahan di Mesjid Agung
Jumatan para berhala
Yang sembahyang di shaf pertama
Yang datang dengan Bendi Kencana berarakan
Yang pulang dengan Bendi Kencana beriringan
Meninggalkan Jumat di terik hari.

Demak, 1993
Puisi: Sembahyang Para Berhala
Puisi: Sembahyang Para Berhala
Karya: M. Nurgani Asyik

Baca juga: Kumpulan Puisi Bunda Ayah

Post A Comment:

0 comments: