Tahun Lepas

Desember. Bulan tua itu datang lagi
di balik ranting dan daun ia intip perjalanan. Serasa ada yang lepas
kupu-kupu bertengger di kuntum mawar. Seolah menghitung-hitung waktu
dan seorang pejalan yang berhenti di sebuah simpang
berbisik perlahan. “ke mana bulan itu akan membawa kalau bukan pada usia...”
ia lihat kembang api bermekaran di udara. trumpet bersahutan
dan orang-orang bersalaman. sudahkah engkau tentukan tujuan?

Sebagian ada yang bernyanyi-nyanyi. Merayakan rusuh hati
bocah-bocah menyambut masa kanak-kanak. Remaja kini telah dewasa
bulan itu terkadang tampak muda. Desember
ia ingat ketika pertama kali jatuh cinta. Cincin rumput
gelang mainan yang ia rangkai dari kain-kain perca. Lalu ia berikan
sebelum hari terlanjur senja. “suatu kelak nanti, akan kuberikan
rasa yang sesungguhnya!”

Desember. Musim telah berganti-ganti
tapi cinta itu tak ditemuinya lagi.

Payakumbuh, 2013
Puisi: Tahun Lepas
Puisi: Tahun Lepas
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: