Lagu Bulan

Sajak-sajak Li Po, buku-buku Nietzsche
Bakal jadi apa
Dalam kamar yang kukutuk sebagai dia

Bowo mengajakku pergi lagi
Pergi lagi
Dengan rambut kusut
Angin berkabut
Keriuhan kota yang undur
Dalam mata hati kami yang tak pernah mau tidur:

Tuhan, kami adalah piatu
Bulan yang dingin
Menghampar bayangan rumah
Yang ditinggalkan
Di tengah malam buta

Lewat jembatan
Gang-gang yang melelahkan pikiran
Lagu “Don’t believe….”. Dan
Bunyi langkah kaki kami
Menindas malam yang celaka

Bowo bicara keras dan ketawa
Meneguk bier-nya lagi
Mentertawakan udara yang hampa:

Tidakkah Tuhan juga bersedih
Mencarikan nabi buat kita?

Sajak-sajak Li Po, buku-buku Nietzsche
Bakal jadi apa
Dalam kamar yang kukutuk sebagai dia

Kami yang tersaruk pergi lagi
Dan rumah kami di awan.

1971
Puisi: Lagu Bulan
Puisi: Lagu Bulan
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami buat Orang Tua

Post A Comment:

0 comments: