Nyanyian Kabut

Kabut biru semata. Biru. Ada cahaya berisik
helaan angin, lalu percakapan
Kunamakan senandungmu lengang, udara
Berangkat cuaca malam dan ke mana kata-kata

Dan dalam kabut bisik-bisikmu jelaga

Kadang kudengarkan itu sengau yang lepas
dari laringnya, kadang kudengarkan itu
lembar-lembar jatuh dari kenangannya
Kadang kudengarkan itu
doa shalat sebelum sujud diselesaikan

Dan seseorang bangun bagiku
menyalakan lampu sebelum malam.

1971
Puisi: Nyanyian Kabut
Puisi: Nyanyian Kabut
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami

Post A Comment:

0 comments: