Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Setengah Jalan (Karya Ali Hasjmy)

|
Setengah Jalan

Antara kaki dan puncaknya
di situ daku duduk sebentar,
melepaskan lelah badanku penat,
di sebelah kanan karang semata,
di arah kiriku sekar-belukar,
di mukaku tubir curam sangat.

Mataku mencari tamsil kiasan,
melihat-lihat penawar hati,
memandang-mandang penuntun hajat,
terpandang semut berarak-arakkan,
naik mendaki ke batu tinggi,
dengan gagahnya menuju minat.

Terlebih lagi di batu lain,
seekor semut membawa makanan,
lebih besar dari badannya,
dengan mulutnya dihalau rajin,
ditarik ke atas perlahan-lahan,
digonggong ke arah tempat sarangnya.

Dari dalam datang mendayu,
suara jiwaku mencipta ilham:
“Bahagialah siapa suka meniru,
mengambil ibarat perjuangan alam!”

1936

Puisi: Setengah Jalan
Puisi: Setengah Jalan
Karya: Ali Hasjmy

Biodata Ali Hasjmy
  • Prof. Ali Hasjmy lahir di Lampaseh, Aceh Besar dengan nama lengkap Muhammad Ali Hasyim pada tanggal 28 Maret 1914.
  • Prof. Ali Hasjmy meninggal dunia di Banda Aceh, pada tanggal 18 Januari 1998.
  • Dalam dunia sastra, Prof. Ali Hasjmy pernah menggunakan beberapa nama pena, antara lain Al Hariry, Aria Hadiningsun dan Asmara Hakiki.
Baca juga: Puisi untuk Orang Tua Tercinta

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.