Pohon-pohon Tumbang dan Burung-burung Malam

malam, sebatang pohon tumbang di kaki bukit 
bulan bersinar separuh. 
sarang-sarang burung di dahan pohon itu jatuh dan terhimpit 
telur-telur menggelinding dan pecah, burung-burung ricuh. 

lalu mereka berterbangan dan membawa apa saja yang tersisa 
yang tak dapat terbang, mungkin telah mati. 
mereka terbang menyusuri malam, mencari pohon rindang 
tapi mengapa tak pula dijumpai. 

"mataku memang tak secerlang burung hantu, 
tapi serabun-rabun mataku, rindang pepohonan aku tahu" 
dan matahari seperti kalsedoni India 
yang ditembusi cahaya. 

pohon-pohon seperti jenazah; 
melintang di tanah-tanah yang lembab. 
"haruskah kita meletakkan sarang pada dahan 
yang kelak membusuk ini?" 

cahaya matahari jatuh di bulu-bulu mereka, 
dan mereka bukan satu-dua, tapi seribu. 
terang adalah saatnya berburu 
gelap adalah saat mencari rumah. 

entah berapa matahari telah lesap ke balik bukit, 
tapi mereka tetap menyusuri gelap tanpa merasa sakit 
tersibak angin, disusupi embun, suara yang meredam 
hingga mereka perlahan-lahan menjadi si burung-burung malam.

Tanjungkarang, Desember 2009
Puisi Pohon-pohon Tumbang dan Burung-burung Malam
Puisi: Pohon-pohon Tumbang dan Burung-burung Malam
Karya: Agit Yogi Subandi

Baca Juga: Puisi Cinta Ditolak

Post A Comment:

0 comments: