Puisi: Solilokui Hamparan Gurun (Karya Agit Yogi Subandi) Solilokui Hamparan Gurun akulah tubuh yang berdiam di dalam kemarau dan setiap orang hanya melintas kemudian berlalu. hujan hanya sekelumi…
Puisi: Berlayar (Karya Agit Yogi Subandi) Berlayar yang berlayar, hingga kini belum juga sampai ke tepian. bunga-bunga telah gugur dan bersemi kembali untuk yang kesekian…
Puisi: Tersesat (Karya Agit Yogi Subandi) Tersesat siapa yang telah tersesat di dalam tubuhku membawa arloji tanpa angka-angka, hanya sebuah garis. garis yang menyekap angka yang juga ters…
Puisi: Labirin (Karya Agit Yogi Subandi) Labirin aku di dalam labirin berdinding tanaman rambat, gemanya bagai di dalam balairung sepi. taka da papan penunjuk arah. dibiarkannya aku melar…
Puisi: Petani Kata (Karya Agit Yogi Subandi) Petani Kata berkali-kali ia berjalan dengan hujaman tombak-tombak matahari di punggungnya, hingga legam lehernya menjadi semakin tebal dan kebal…
Puisi: Tahun Baru (Karya Agit Yogi Subandi) Tahun Baru Aku merasa seperti terbangun dari tidur pagi memekarkan bebungaan--segar kumbang-kumbang menggoda di tepi jambangan madu kental…
Puisi: Musim Hujan (Karya Agit Yogi Subandi) Musim Hujan Hijau memantul di bajuku. bau rumput menguar samar. kupejamkan mataku kutemukan seruang gelap yang diterangkan kunang- kunan…
Puisi: Sebait Pantun Bujang (Karya Agit Yogi Subandi) Sebait Pantun Bujang akasia hijau tersepuh bunganya cemara kering rapuh mengapa bunga tak kunjung jatuh hingga angan berubah keluh. Band…
Puisi: Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (Karya Agit Yogi Subandi) Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (1) Malam ini aku mengingatmu di antara kantuk dan terjaga. dari menit ke menit, jam ke jam engkau datang d…
Puisi: Perempuan di Antara Pepohonan Jakaranda (Karya Agit Yogi Subandi) Perempuan di Antara Pepohonan Jakaranda (- inspirasi dari lukisan F.X. Teguh Prima) langit merah saga menjadi …
Puisi: Cangkul Tumpul (Karya Agit Yogi Subandi) Cangkul Tumpul Aku di dalam cangkul yang tumpul. Ia tak bisa lagi menggali tanah hingga dalam. Orang-orang yang mencangkul, akan mengencangkan oto…
Puisi: Tiga Firasat Kematian (Karya Agit Yogi Subandi) Tiga Firasat Kematian Subuh, selembar daun ara jatuh di kepala yang lain jatuh tepat di bawah pohonnya tapi angin, tak ada. tepat pukul en…
Puisi: Hari-Hari Musim Hujan (Karya Agit Yogi Subandi) Hari-Hari Musim Hujan Hujan meluas ke segala arah, pohon-pohon mabuk di jalanan, dingin bening-tipis di pip…