Puisi: Tahun Baru (Karya Agit Yogi Subandi) Tahun Baru Aku merasa seperti terbangun dari tidur pagi memekarkan bebungaan--segar kumbang-kumbang menggoda di tepi jambangan madu kental…
Puisi: Musim Hujan (Karya Agit Yogi Subandi) Musim Hujan Hijau memantul di bajuku. bau rumput menguar samar. kupejamkan mataku kutemukan seruang gelap yang diterangkan kunang- kunan…
Puisi: Sebait Pantun Bujang (Karya Agit Yogi Subandi) Sebait Pantun Bujang akasia hijau tersepuh bunganya cemara kering rapuh mengapa bunga tak kunjung jatuh hingga angan berubah keluh. Band…
Puisi: Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (Karya Agit Yogi Subandi) Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (1) Malam ini aku mengingatmu di antara kantuk dan terjaga. dari menit ke menit, jam ke jam engkau datang d…
Puisi: Perempuan di Antara Pepohonan Jakaranda (Karya Agit Yogi Subandi) Perempuan di Antara Pepohonan Jakaranda (- inspirasi dari lukisan F.X. Teguh Prima) langit merah saga menjadi …
Puisi: Cangkul Tumpul (Karya Agit Yogi Subandi) Cangkul Tumpul Aku di dalam cangkul yang tumpul. Ia tak bisa lagi menggali tanah hingga dalam. Orang-orang yang mencangkul, akan mengencangkan oto…
Puisi: Tiga Firasat Kematian (Karya Agit Yogi Subandi) Tiga Firasat Kematian Subuh, selembar daun ara jatuh di kepala yang lain jatuh tepat di bawah pohonnya tapi angin, tak ada. tepat pukul en…
Puisi: Hari-Hari Musim Hujan (Karya Agit Yogi Subandi) Hari-Hari Musim Hujan Hujan meluas ke segala arah, pohon-pohon mabuk di jalanan, dingin bening-tipis di pip…
Puisi: Lorong (Karya Agit Yogi Subandi) Lorong Aku berjalan menuju lorong yang semakin hari semakin menyempit namun, ketika aku berjalan orang-orang menuju ke arahku me…
Puisi: Dalam Langkahku (Karya Agit Yogi Subandi) Dalam Langkahku di sepanjang langkahku kini aku mendengar langkah lain di dalam dadaku: yang menyusun ritmenya sendiri tanpa perduli r…
Puisi: Musim Gugur (Karya Agit Yogi Subandi) Musim Gugur musim gugur, ada di dada dan jemarimu: dadamu, adalah batang yang tak lagi mengalirkan resapan air kepadaku. jemarimu, a…
Puisi: Berjalan (Karya Agit Yogi Subandi) Berjalan Seperti dugaanmu, aku telah menempuh jalan ini: berjalan dalam bimbang dan tetap sadar di dalam malam, meski akhirnya, kita memahami bahw…
Puisi: Seusai Malam di Kafetaria (Karya Agit Yogi Subandi) Seusai Malam di Kafetaria (: Melisa) Genggamlah tanganku, seperti engkau menggenggam dompet persegi panjangmu.…
Puisi: Ode bagi Puisi (Karya Agit Yogi Subandi) Ode bagi Puisi Kau seperti debu yang berkelindan di angin setiap butir-butir debu itu musti kutangkap dan kularutkan ke dalam tenggorokanku.…