Berjemur Matahari Pagi
(Buat Ir Soekarno)

Dan hujan semakin deras, ia membawa cerita tentang dada yang menantang, tentang tangan-tangan yang terkepal, tentang kapal-kapal yang berlayar, tentang hutan, ngarai, gunung, bukit dan lembah. Tentang darah-darah yang berpelukan. Di atas tanah ini.

Huaahheemm... aku mengantuk di pelukan nenek yang terus bercerita:

Jauh di sana ada penjara berwarna perak yang dihuni kurcaci gagah perkasa. Cahaya hangat dari debu-debu  menembus penjara, cahaya yang membuat pohon dan rumput tertawa. Cahaya yang membuat tulang-tulang  kurcaci berubah besi dan emas. Berubah huruf dan kata. Berubah gelegar suara. Berubah raksasa, dan ia bernama dunia!

Langit membawa kicau burung dan denging serangga, mengisahkan legenda; Buah mangga menertawai pohon kering yang angkuh, kupu-kupu terbang membentur tembok-tembok pengadilan. Ada kaleng rombeng menggugat kemanusiaan. Rajah leluhur menjadi abu perjuangan dalam peci beludru hitam. Matahari mencintai tubuh yang menggeliat-liat di atas rerumputan, tubuh yang melahirkan persatuan di bawah pohon sukun.

Inilah doa-doa panjang yang berkibar kibar di dada pemuda, doa dari seribu tangan yang membuat adonan revolusi dari teks-teks dan suara-suara api.

Udara melukis kristal-kristal embun, menggumpal, berkilau meneteskan Proklamasi:
Kami adalah bangsa yang lahir dari kata M A R D I K A!
Nenek masih bercerita....
Jogja, Juli 2013
Puisi: Berjemur Matahari Pagi
Puisi: Berjemur Matahari Pagi
Karya: Andy Sri Wahyudi

Baca Juga: Kumpulan Puisi tentang Sungai
Loading...

Post A Comment:

0 comments: