Puisi: Hanya Engkau Hanya

Hanya Engkau Hanya

Telah diserahterimakan. Seluruh nasib. Ke dalam genggaman. Biarlah segala menghambur.
Menujumu. Sebagai serpih. Debu yang memburu. Menyeru ngilu. Demikian diri terlunta.
Pada tatapmu.

Tak berdaya diri. Tak

Hanya engkau. Hanya. Menggelisahkan aku. Dengan sepenuh rahasia kehendak Dan aku?
Terhisap ke dalam tubir. Gelegak. Lumpur api. Marahmu.

Tak berdaya diri. Tak.

Terlontar aku. Terjerembab. Dalam takut gundahku. Menatap wajahmu.

Malang, November 2003
Puisi Hanya Engkau Hanya
Puisi: Hanya Engkau Hanya
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ayah

0 Response to "Puisi: Hanya Engkau Hanya"

Posting Komentar

close