Puisi: Monolog Anak Matahari Karya: Oka Rusmini
Monolog Anak Matahari

mata kanak-kanakku
menembus sembilan pengider-ider matahari
dewa-dewa turun
mengalungkan daun-daun penuh getah
pada ubun-ubun kelahiran penuh pastu

warna coklat batang pohon
pekat dalam kerling mata kailku
sampan-sampan diikatkan pada kedalaman pasir
laut memisahkan benih airnya
membuang kebersamaan sungai-sungai

aku melihat tanah tanpa roh
kuda-kuda jantan melahirkan kaki-kaki tanpa wujud
beratus kemenyan kubakar
kulkul kematian dipukul para punggawa
dewa-dewa turun berkerudung hitam
wajahnya terbanting ke tanah menjelma jadi kaki

lima warna kelahiranku
menghambakan manusia-manusia
para hotara menundukkan roh

warna kelahiranku mati
larikan aku ke gua tuamu
bubarkan sesaji yang melingkari wujudku
lepas biji genitri leluhur
yang membuatku jadi tonggak batu
kehilangan rasa dan menjadi dewa

wajah manusiaku mati
ksatria utusan gua tuamu
kirimkan untukku
ajarkan memahat lima warna kelahiran
siapkan kuda-kuda tanpa wujud
selagi dewa-dewa lupa tugasnya

lima warna kelahiranku
dipingit para leluhur
bunga-bunga berkarat
Sang Hyang Kumara mencuri wujud
menjelmakan kelahiran menjadi
seratus hamba manusia

pilihkan aku ksatria
akan kulahirkan bumi baru
menanggalkan warna kelahiran
mata wujud manusiaku
menembus sembilan lingkaran matahari
dewa-dewa turun mengalungkan bangkai-bangkai
pada ubun-ubun kelahiran penuh taksu

telah dicuri warna kelahiranku
dari catur sanak penjagaku
panahkan ksatria satu wujud
dari gua batu persembunyianmu
agar utuh siwadwara dewa-dewa
lengkap dengan bunga-bunga rumputnya

memulangkan kelahiran
atau akan kumandikan mayatku
tanpa para penjaga kelahiran

wajah manusiaku mati

1992

Catatan:
1. Pengider-ider: sejenis kain yang dianggap suci dan hanya digunakan untuk upacara
2. Pastu: kutukan
3. Kulkul: kentongan tradisional Bali
4. Hotara: penggembala
5. Genitri: sejenis biji-bijian yang dibuat untuk kalung pendeta adat
6. Sang Hyang Kumara: dewa yang berwujud anak-anak. Masyarakat Bali percaya dewa inilah yang menjaga dan melindungi anak-anak yang belum tanggal giginya.
7. Catur sanak: empat unsur kekuatan yang membantu pertumbuhan bayi dalam kandungan
8. Siwadwara: ubun-ubun
Puisi Monolog Anak Matahari
Puisi: Monolog Anak Matahari
Karya: Oka Rusmini

Baca Juga: Artikel yang Sedang Populer

Post A Comment:

0 comments: