Puisi: Mungkin Engkau Demikian Letih

Mungkin Engkau Demikian Letih

mungkin engkau demikian letih. di puncak sepi mengamuk gelisah. di puncak sunyi mengamuk cemas. di puncak lengang mengamuk debar. di puncak khawatir mengamuk tangis. di puncak penat mengamuk amarah. di puncak gejolak mengamuk gelombang. rindumu.

mungkin engkau demikian letih menanti. karena rindu menggelisahkan diri. bertanya dan bertanya pada jam yang terus berdetik. mengurai usia. lalu bertumbuhan rasa bosan menunggu. waktu demikian lambat merayap. demikianlah engkau mencatat dengan airmata. kenangan demi kenangan. rasa khawatir akan kehilangan. walau tak ada yang melambaikan tangannya bagi sebuah perpisahan.

mungkin engkau demikian letih. memintal sepi pada dinihari. menatap bayang-bayang di lelangit kamar. mata ingin terpejam. tidurlah tidur jiwa yang selalu meronta. terlena diri dalam sekejap. tapi kecemasan menggoda. menghantu. menyelinap sebagai mimpi buruk. lorong-lorong gelap. hitam. wajah-wajah yang menyeringai. menyeret. mengikat erat. mencambuk. engkau berteriak. mencoba berteriak. tapi tak ada suara. mereka menyuntikkan racun ke dalam alir darah. engkaupun menyerah.

mungkin engkau demikian letih. pasrah menyerah. di saat itulah: mengawang diri. terbang. mengawang ke langit tinggi. tanpa sayap. mengawang. terbang. menembus selubung semesta. cahaya….

Mei, 2003
Puisi Mungkin Engkau Demikian Letih
Puisi: Mungkin Engkau Demikian Letih
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ayah

0 Response to "Puisi: Mungkin Engkau Demikian Letih"

Posting Komentar

close