Di Senggigi Senja

gigil ombak senggigi memangil batu layar, melayar senja memanggil mandalika: nyale, nyale. menyala di laut malam

inilah senja, di laut yang kau rindukan dari jauh, bajang. melayarkan rindumu, kepulangan entah keberapa.

kanak-kanak bermain rumah pasir, memunguti kerang-kerang yang menyerpih, ombak yang pelan menyapa

kanak-kanak menyimpan kenangan: senggigi senja, ombak perlahan sampai di pantai, serupa rindu memanggil-manggil


di penghujung senja engkau menulis sajak, sebuah elegi, yang hendak menelusur jejak: airmata
di jemarimu, puisi adalah kandil yang bertahan tak padam, dihembus angin malam

"bicaralah, biar sunyi yang akan mengkhidmati," ujar malam kepadamu, yang merasa asing sendiri.

"aku ingin menulis sajak, tapi mengapa puisi tak datang padaku?" tanyamu.

mungkin puisi enggan datang kepadamu, penyair yang gagal menangkap isyarat, tanda-tanda, yang berulang disampaikan. cerminmu terlalu berdebu

2015
Puisi Di Senggigi Senja
Puisi: Di Senggigi Senja
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Rindu Panjang

Post A Comment:

0 comments: