Zikir Langit

kita duduk melingkar menghirup cahaya
menatap langit penuh kunang-kunang
zikir berbuih di bibir seperti laut
yang ombaknya merayu untuk diarungi

kita masih jauh dari gigir pantai yang dituju
semangkuk air tak cukup untuk membasuh muka
walau zikir telah berdarah-darah
tetap saja kita sekawanan mahluk asing

“kalian mahluk yang telah mati terperosok lubang sendiri!”
teriak perempuan itu sambil menuding
namun, mati tak lagi jadi kabar yang pilu
bagi sekawanan mahluk asing
yang menggumamkan dzikir yang mengerak
dengan mulut menganga berhadapan dengan haus
ketika sayap kunang-kunang berkilau
dzikir menyala berbuih seperti ombak
mengubur kita di pasir
tak sempat tangan melambai
hanya zikir yang tetap berdengung.

Puisi Zikir Langit
Puisi: Zikir Langit
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi tentang Burung

Post A Comment:

0 comments: