Puisi Tjahjono Widarmanto

Puisi: Di Kedalaman Tubuhku Tumbuh Sebatang Pohon Api (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Kedalaman Tubuhku Tumbuh Sebatang Pohon Api Kuukir relief-relief doaku sebagai dinding rindu yang memanjang antara gigir pantai laut utara …

Puisi: Mata Air Karang Rindu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Mata Air Karang Rindu Engkau mata air itu Segala rindu tinggal di dasar malam ingatkan sunyi adalah ke dalam sujud kuteguk ma…

Puisi: Tahun Kematian (Karya Tjahjono Widarmanto)

Tahun Kematian lentera-lentera telah dipadamkan kunang-kunang menyusupkan cahayanya di mantel warna abu-abu sebaris puisi ditulis s…

Puisi: Dicatat dengan Diam Detak Jam (Karya Tjahjono Widarmanto)

Dicatat dengan Diam Detak Jam kurebahkan kembali segala lenguh nafas pada ketiak sayap waktu yang membentang dari fajar ke cakrawala ufuk ya…

Puisi: Perempuan Bulan (Karya Tjahjono Widarmanto)

Perempuan Bulan buat: Jackson Pollock wajah tersenyum dalam ingatan jejak dan senyummu tertinggal dalam lorong-lorong waktu  lenga…

Puisi: Ulat dalam Apel (Karya Tjahjono Widarmanto)

Ulat dalam Apel suatu saat kelak aku akan tumbuh menjadi naga menyediakan sebiji taring dan sekecup upas  tanda cinta sebagai ganti ucapan mes…

Puisi: Subuh (Karya Tjahjono Widarmanto)

Subuh tahajud tak pernah tuntas Engkau telah melipat waktu aku tak pernah tahu sehabis kokok ayam itu apakah dunia masih mampu bercakap …

Puisi: Dadaku Terbelah Jadi Sungai Nil (Karya Tjahjono Widarmanto)

Dadaku Terbelah Jadi Sungai Nil dadaku terbelah jadi parit sungai meluas seperti sungai nil di dalamnya ngalir bermuara-muara sungai dari sega…

Puisi: Mampus Aku Dikutuk Kangen (Karya Tjahjono Widarmanto)

Mampus Aku Dikutuk Kangen! kucoba kembali melacak lekuk-lekuk urat tubuhmu kulitmu pualam berkilau bersama sisa peluh saat lenguh meninggalkan dengus…

Puisi: Di Padang Sujud (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Padang Sujud detak arloji berlari di dinding hati berlumut mendesak malam yang selalu saja berkabut untuk kali kesekian aku menc…

Puisi: Teringat Rumah (Karya Tjahjono Widarmanto)

Teringat Rumah Sepasang terompah telah lusuh usang dan capek bicara dengan jalanan lengang dipaksa mabuk sepanjang malam kenanglah kem…

Puisi: Usaplah Keningku (Karya Tjahjono Widarmanto)

Usaplah Keningku usaplah keningku, Cintaku usaplah kening yang letih ini terlampau pusing mengubah arah yang salah usaplah biar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.