Puisi: Di Padang Sujud (Karya Tjahjono Widarmanto) Di Padang Sujud detak arloji berlari di dinding hati berlumut mendesak malam yang selalu saja berkabut untuk kali kesekian aku menc…
Puisi: Teringat Rumah (Karya Tjahjono Widarmanto) Teringat Rumah Sepasang terompah telah lusuh usang dan capek bicara dengan jalanan lengang dipaksa mabuk sepanjang malam kenanglah kem…
Puisi: Usaplah Keningku (Karya Tjahjono Widarmanto) Usaplah Keningku usaplah keningku, Cintaku usaplah kening yang letih ini terlampau pusing mengubah arah yang salah usaplah biar…
Puisi: Nyanyian Brahmana (Karya Tjahjono Widarmanto) Nyanyian Brahmana sehabis gerimis mengakhiri percakapannya dipetiknya harpa, ditiupnya nafiri dia bernyanyi berlagu-lagu memaksa angsa-ang…
Puisi: Membaca Sepi (Karya Tjahjono Widarmanto) Membaca Sepi saat taman tanpa suara, bunga-bunga segera bermekaran kunang-kunang hinggap dan berbiak di kelopaknya segenap kepompong akan tu…
Puisi: Hikayat Pohon Nur (Karya Tjahjono Widarmanto) Hikayat Pohon Nur Bermula dari bijimu yang secuil sawi aku belajar mengeja tuhan mengenal degup yang berharap lembut tumbuh menyubur bersama…
Puisi: Duyung (Karya Tjahjono Widarmanto) Duyung Tuhan, aku ingin berenang, bisikmu. Seketika air matamu luruh bersama hujan yang turun semalam di bukit-bukit karang yang gelisah. Selat …
Puisi: Ziarah (Karya Tjahjono Widarmanto) Ziarah bertahun-tahun kami selalu ziarah di sini mengingat-ingat kematian kami sendiri yang tak sanggup kami lafalkan sebab lidah telah ke…
Puisi: Menantimu (Karya Tjahjono Widarmanto) Menantimu aku ingin bertandang di rumahmu. sekedar bersalaman atau pelukan Engkau tak ada hanya ruang tamu yang bisu kursi-kursi bes…
Puisi: Mencari Sarang Cahaya (Karya Tjahjono Widarmanto) Mencari Sarang Cahaya terbakar diri, jiwaku melayang serupa plangton sayup suara gamelan, sayup suara talqin menara-menara hangus pemandanga…
Puisi: Pengakuan (Karya Tjahjono Widarmanto) Pengakuan betapa sukarnya mensujudkan kening pada debu betapa sulitnya meneteskan mata untuk seluruh luka betapa sukarnya untuk membasuh muk…
Puisi: Dawat Jadi Tawon (Karya Tjahjono Widarmanto) Dawat Jadi Tawon di genggaman tanganku tergenggam dawat dan tinta tersimpan di sana ribuan tawon yang kubenihkan dalam riwayat kelak mereka …
Puisi: Batu-Batu Resahku (Karya Tjahjono Widarmanto) Batu-Batu Resahku Batu-batu mengeram di bawah reruntuhan hatiku batu-batu ini, resahku itu, Gusti ngeri yang meraung serupa harimau dengan…
Puisi: Penujum Angka (Karya Tjahjono Widarmanto) Penujum Angka kupilih bilangan-bilangan, kaubentangkan dugaan-dugaan seperti para blandong memilih pohan jati paling berurat yang genap ka…