Puisi: Tubuh Pengantin (Karya Tjahjono Widarmanto) Tubuh Pengantin kutemukan peta baru yang mengantarkan malam rebah di tubuhmu lekuk kulitmu seperti sungai mengalir di balik rekahan-rekahan b…
Puisi: Di Gemuruh Tahajud (Karya Tjahjono Widarmanto) Di Gemuruh Tahajud dari alif ke ke alif dari 1 hingga 99 bilangan-Mu aku memburu serupa jejaka merindu dara gemuruh rindu kutabuh be…
Puisi: Catatan Harian Ibu (Karya Tjahjono Widarmanto) Catatan Harian Ibu hanya sebatas cakrawala ini yang kumiliki untukmu, anakku barangkali tak cukup puas bagi mata remajamu yang haus memahat ha…
Puisi: Jendela (Karya Tjahjono Widarmanto) Jendela jendela kamar selalu terbuka bisa kutatap kelebat waktu lewat isyarat-Mu menegur diam-diam mengabarkan ada tamu akan mengetuk pint…
Puisi: Zikir Kalbu (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir Kalbu Kekasih, setiap senja menyiratkan warna ungu, setiap malam menyapa hening, setiap dini mengabarkan kepompong pecah jadi kupu-k…
Puisi: Zikir Bumi (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir Bumi selalu saja Engkau tinggalkan aku di sabana yang jauh di sebuah peta tak beralamat hanya sepi yang kelu mengoyak luka jalan pulan…
Puisi: Zikir Langit (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir Langit kita duduk melingkar menghirup cahaya menatap langit penuh kunang-kunang zikir berbuih di bibir seperti laut yang ombaknya me…
Puisi: Zikir Langit Zikir Bumi (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir Langit Zikir Bumi aku berlari ke kamar mandi: serupa hajar mencari mataair : merindu wudhu segala pintu kuketuk segala lembah k…
Puisi: Di Sebuah Senja (Karya Tjahjono Widarmanto) Di Sebuah Senja termangu mendengar langkah degup matahari mengejar usia angin tak sanggup bergerak sendu, ingatan mengungu ketika sampai di …
Puisi: Hujan Membaca Cinta (Karya Tjahjono Widarmanto) Hujan Membaca Cinta menghitung rambutmu berlepasan sehelai-helai seperti menyimak perjalanan penuh reportase di antara bisik lampu taman dan ban…
Puisi: Maghrib (Karya Tjahjono Widarmanto) Maghrib azan maghrib itu melayang menjadi sepasang tekukur mengepak-ngepakkan sayapnya dan hinggap di ranting hati yang selalu basah air mata…
Puisi: Siul Burung Itu (Karya Tjahjono Widarmanto) Siul Burung Itu siul burung itu pagi hari hinggap di telinga hinggap pula segala manisnya kenangan kampung halaman yang tercatat di buku…
Puisi: Zikir yang Membakar (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir yang Membakar matahari itu membakar roh udara berapi membutakan mata gelombang dzikir melambungkanku dalam pusat matahari gemuruh …
Puisi: ASMAMU (Karya Tjahjono Widarmanto) ASMAMU asmaMu bergantung di bintang-bintang membiaskan bilah-bilah cahaya purnama raung ombak bergelegak menebar manik-manik kris…