Puisi: Zikir yang Membakar (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir yang Membakar matahari itu membakar roh udara berapi membutakan mata gelombang dzikir melambungkanku dalam pusat matahari gemuruh …
Puisi: ASMAMU (Karya Tjahjono Widarmanto) ASMAMU asmaMu bergantung di bintang-bintang membiaskan bilah-bilah cahaya purnama raung ombak bergelegak menebar manik-manik kris…
Puisi: Pemakaman (Karya Tjahjono Widarmanto) Pemakaman tanah masih basah taburan bunga belum layu sunyi yang kering berbiak dalam kepompong kata-kata menjadi perdu paling bisu batu-bat…
Puisi: Dari Balik Maut Kulirik Cinta (Karya Tjahjono Widarmanto) Dari Balik Maut Kulirik Cinta telah Kau kabarkan maut mengendap-endap dari jauh lampu di kamar telah lama padam, tak ada lagi kitab bisa dibac…
Puisi: Qasidah Larut Malam (Karya Tjahjono Widarmanto) Qasidah Larut Malam (1) wirid ini tak juga selesai-selesai sedang malam kian berlari menuju batas gigil menorehkan sunyi melata di segenap ur…
Puisi: Menantimu (Karya Tjahjono Widarmanto) Menantimu aku ingin bertandang di rumahmu. sekedar bersalaman atau pelukan Engkau tak ada hanya ruang tamu yang bisu kursi-kursi bes…
Puisi: Urat Pohon (Karya Tjahjono Widarmanto) Urat Pohon berkacalah pada urat pohon saat segala ranting dan daun meninggalkan dahan getah-getah akar yang dijemput kematian …
Puisi: Bilangan dan Keberuntungan (Karya Tjahjono Widarmanto) Bilangan dan Keberuntungan bilangan adalah nasib. begitu sulit dinujum serupa lampu-lampu berkedip-kedip bergantian setiap nyalanya menitipk…
Puisi: Tamsil Kupu-Kupu (Karya Tjahjono Widarmanto) Tamsil Kupu-Kupu (1) resahku larut gugur bersama ranting bisik-Mu dikabarkan rumput dan jemari di kejauhan malaikat bergaun putih berlar…
Puisi: Yang Tersisa di Secangkir Kopi (Karya Tjahjono Widarmanto) Yang Tersisa di Secangkir Kopi masih tersisa senyum dan ragu yang hambar : sejarah selalu merayap pelan untuk dilupakan. semalam,…
Puisi: Hikayat Pala (Karya Tjahjono Widarmanto) Hikayat Pala kisahku sampai juga di benua-benua ini ditiup angin selatan dan angin barat, didendangkan nelayan memburu marulaga pad…
Puisi: Aku, Istri, dan Anakku (Karya Tjahjono Widarmanto) Aku, Istri, dan Anakku Menatap Senja dari Atas Loteng senja selalu saja menghadirkan ketiba-tibaan dan ketergesaan menjadikan semuanya sekad…