Dengan Tengkorak

Turunlah hujan! segera hujan dia turunkan
Kami, aku, dan dia, kenal juga keserba-duaan
Kami sama lapar, mencari dalam simpangsiur benda
Antara kami jurang-kecanggungan, tidak kelihatan dari jauh:

Persinggungan yang tidak datangkan suatu apa
Karena kejalangan membunuh rasa-lain
Yang satu tenggelam dan yang lain mengambang, aku diantaranya.

Mataku dua, masih kosong. belum berisi
Tunggu, semua daerah akan kudatangi!
Aku menangis, dia tidak. – ya, dia tidak
Aku yang dirayu, terus saja berlari
Aku yang dicaci “sampah” (pupuk kebun), melata di tanah
Yang tertawa, yang lapar; itu penduduk daerah asing
Tapi, aku topan, bermaksud menghancur pencakar-langit
– Bukan  bulan yang tidak adil –

Puisi Dengan Tengkorak
Puisi: Dengan Tengkorak
Karya: S.M. Ardan

Baca Juga: Status WA Puisi Galau

Post A Comment:

0 comments: