Puisi: Pada Wajah Daun-daun (Karya Cecep Syamsul Hari)

Pada Wajah Daun-daun
Zlata

Pada wajah daun-daun senja yang lembab itu kulihat engkau
sendiri menari. Lambaian demi lambaian telapak
tanganmu menciptakan pusaran angin, menjelma badai
batinku. Di negeri tak lagi bernama, malam menggigil
dalam pelukanmu. "Ah, seperti liebestraum," gumammu
pada angin sambil menyebut sebuah nama. Barangkali Liszt,
Anne, Alice, atau sekeping bunyi muntahan mortir

pecah pada dini hari berkabut negeri
porak-poranda itu. "Di sini cinta," katamu
di masa lalu, "kekal pada kesunyian kayu salib
dan bulan sabit." Namun pada senja yang lembab itu,
kulihat engkau pada wajah daun-daun. Sendiri
menari. Riang dan kekanak-kanakan; seperti sejarah
negeriku. Kerlingan demi kerlingan bola matamu

menciptakan pusaran duka. Dalam batinku.

1994-1999
Puisi Pada Wajah Daun-daun
Puisi: Pada Wajah Daun-daun
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Status FB

0 Response to "Puisi: Pada Wajah Daun-daun (Karya Cecep Syamsul Hari)"

Posting Komentar

close