Puisi Cecep Syamsul Hari

Puisi: Syair Kerudung (Karya Cecep Syamsul Hari)

Syair Kerudung Maafkan kecupan-kecupanku pada harum kerudung rambutmu. Malam telah mengutuk aku menjadi pecinta yang risau. Terpukau menunggu malam b…

Puisi: Kesedihan Pagi Hari (Karya Cecep Syamsul Hari)

Kesedihan Pagi Hari Seperti malam sebelumnya, kau tinggalkan untukku cinta yang melahirkan kesedihan pagi hari. Sebuah roman, mungkin sebuah film ata…

Puisi: Syair Sebelum Senja (Karya Cecep Syamsul Hari)

Syair Sebelum Senja Di jalan Braga. Potongan-potongan kertas menyerupai puluhan panji berwarna langit siang hari. Sebentar lagi hujan. Pintu separuh …

Puisi: Di Pemakaman (Karya Cecep Syamsul Hari)

Di Pemakaman Ciseah tengah hari. Di tempatku berdiri, sungai itu mengingatkanku pada koridor rumah sakit. Putih dan dingin. Daun-daun jagung keras da…

Puisi: Syair Hujan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Syair Hujan Membayangkan kau duduk di kursi goyang, empat puluh tahun kemudian. Membaca kumpulan puisi seorang penyair; ia menulisnya pada suatu masa…

Puisi: Jaka Tarub (Karya Cecep Syamsul Hari)

Jaka Tarub Tentu, itu bukan taman. Pagarnya telah patah-patah — pagar bambu tua lusuh dengan cat yang mengelupas. Saksi bagi bany…

Puisi: Sebelum Makan Malam (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sebelum Makan Malam Kita cuma bisa bersandar pada waktu, Afuz. Tertegun-tegun menunggu kekuasaan tumbuh dewasa: Tanpa peluru, sep…

Puisi: Nawang Wulan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Nawang Wulan Dua puluh tahun kemudian Nawang Wulan terlihat keluar dari keriuhan Carrefour, mendorong kereta belanjaan dan me…

Puisi: Sebab Bagai Angin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sebab Bagai Angin Jangan pergi. Sebab bagai angin aku selalu bersama arah. Tak ada yang bisa sembunyi dari rindu batinku. Jan…

Puisi: Sandal Jerami (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sandal Jerami Seseorang menimang sepi kesedihanku Seseorang bermata cerah tidur di hatiku Luka melahirkan luka, diam dan angi…

Puisi: Sagan-dong (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sagan-dong Di depan stasiun Anguk, exit nomor satu Aku menunggu Aku ingin menyerahkan seluruh siangku Pada hari Sabtu itu kep…

Puisi: Jeju (Karya Cecep Syamsul Hari)

Jeju Ribuan lampu di jauh senja Seperti kota cahaya Di pantai Iho Lelaki-lelaki tua dalam temaram senja Melempar pancing ke…
© Sepenuhnya. All rights reserved.