Puisi Cecep Syamsul Hari

Puisi: Sebab Bagai Angin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sebab Bagai Angin Jangan pergi. Sebab bagai angin aku selalu bersama arah. Tak ada yang bisa sembunyi dari rindu batinku. Jan…

Puisi: Sandal Jerami (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sandal Jerami Seseorang menimang sepi kesedihanku Seseorang bermata cerah tidur di hatiku Luka melahirkan luka, diam dan angi…

Puisi: Sagan-dong (Karya Cecep Syamsul Hari)

Sagan-dong Di depan stasiun Anguk, exit nomor satu Aku menunggu Aku ingin menyerahkan seluruh siangku Pada hari Sabtu itu kep…

Puisi: Jeju (Karya Cecep Syamsul Hari)

Jeju Ribuan lampu di jauh senja Seperti kota cahaya Di pantai Iho Lelaki-lelaki tua dalam temaram senja Melempar pancing ke…

Puisi: Empat Mil dari Kenangan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Empat Mil dari Kenangan Sepasang angsa di sudut taman pom bensin: Kusaksikan keajaiban dongeng dan biografi bersatu di situ. Se…

Puisi: Molto Allegro (Karya Cecep Syamsul Hari)

Molto Allegro Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu aku pergi dan memanggil taksi. Ke mana? Ke mana saja, jawabku. …

Puisi: Di Studio Husin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Di Studio Husin Husin menafsirkan muasal manusia pada abstraksi lingkaran Digelapkannya langit dengan warna dosa pertama Di seb…

Puisi: Kenang-kenangan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Kenang- k enangan Bagaimana harus kuucapkan pengakuan ini: Aku jatuh cinta berulangkali pada matamu, danau dalam hutan di negeri ajai…

Puisi: Mengantar Sarawut Pulang (Karya Cecep Syamsul Hari)

Mengantar Sarawut Pulang Ia pendiam seperti dua kawanku asal Thailand Di Korea Selatan dua tahun silam Di depan laptop Mac hamp…

Puisi: Daun Mersawa (Karya Cecep Syamsul Hari)

Daun Mersawa Di tepi pagi Hujan beranjak pergi Pohon bungor ditimang sepi Ikan-ikan koi di sudut kolam Seperti sekumpulan …

Puisi: Perjalanan Angin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Perjalanan Angin Agus R. Sarjono , sebagai tanda persahabatan "Ke mana angin membawamu selama ini?" tanyamu, seraya rin…

Puisi: Episode Terakhir dari Kenangan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Episode Terakhir dari Kenangan Ketika waktu berhenti, kota-kota menghapus jejak airmatamu dengan keheningan kenangan. Aku tak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.