Puisi: Yang Terbaring Jemu (Karya S.M. Ardan)

Yang Terbaring Jemu

Kawan, turunkan mata!
Usapkan jari pada kuntum berdebu
Kuyu disejuk samudra embun
Pernah membikin anak derita tertawa.

Yang terbaring dengan mata redup menghambat tawa
kami turut dalam diammu dengan hati kelu
kami coba menyemat dada lapang di hatimu
yang terbaring dalam cekikan dengan mata menekan jiwa
tidurlah puas bermimpi seindah bisa
Dan tahulah yang mencekik akan mati
Yang terbaring dengan mata pernah membikin hati menyanyi
– suatu selingan dari lakon air mata –
Kenanglah kisah yang kini tidak lagi mungkin dapat
Kita tulis: ruang penuh oleh tawa lantang
Pancaran kasih berupa senyuman urung dari jauh dasar
kata dari kedalaman tak terduga, tali halus
Yang kami cinta dengan segenap panca indera
Matamu kini mati membisu hati penuh lagu
Bulan purnama suram
Bintang diam. Angin mati
Kawan, usapkan jari pada kuntum berdebu
Sendu disejuk lautan embun

Puisi Yang Terbaring Jemu
Puisi: Yang Terbaring Jemu
Karya: S.M. Ardan
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar