Puisi: Pantai Losari (Karya Yvonne de Fretes)

Pantai Losari

Sepi yang ke sekian terus berbicara
di hias kerlap-kerlip pelita
penjaja kacang
pisang epek
dan derum motor

tegak sangat dekat
memandang bulan yang jauh
sepi yang telanjang di atas riak laut
pada awan yang enggan beringsut

perlukah kita berjabat tangan?

perempuan dari negeri dongeng (lagu itu, akan selalu kau ingat?)
bagai segumpal udara yang sangat
kubutuhkan tapi tak dapat
kumiliki

bagai mesti menghilang entah
menuruti hukum alam

malam tidak hitam seperti katamu kemarin
tapi kenapa ia
tak berperasaan
‘Pergilah esok menyongsong matahari.’
‘Aku akan terbakar bangus.’
‘Kalau begitu songsonglah hutan berbunga, peri manis pantas di sana.’
‘Kupilih hutan lebat penuh rahasia. Aku ingin mencari.’
‘Mencari apa?’

‘Sesuatu … yang ku tahu tak akan kuperoleh, kecuali dalam sejuta mimpi.’

lalu, sepi yang ke sekian terus berbicara
di hias kerlap-kerlip pelita
penjaja kacang
pisang epek
derum motor
dan – hati yang runtuh

Puisi: Pantai Losari
Puisi: Pantai Losari
Karya: Yvonne de Fretes
    Catatan:
    • Yvonne de Fretes lahir di Singaraja, Bali, pada tanggal 10 Oktober 1947.
    Baca Juga: Tempat Wisata di Wonogiri

    0 Response to "Puisi: Pantai Losari (Karya Yvonne de Fretes)"

    Posting Komentar

    close