Pantun Malu-malu
Buat DB

Rumah besar dari kayu
malamnya hangat siangnya teduh
Berdua saja kita sejak dulu
bertahan nikmat dari galau gaduh

Berdua saja kita sejak dulu
larut dalam gending dan degung
Merenda usia di ujung waktu
melecut nasib di dinding jantung

Merenda usia di ujung waktu
dalam gelak jenaka menepis sendu
Jangan bikin duka sempat berlabuh
hapuslah raut wajah dari hangat peluh

Jangan bikin duka sempat berlabuh
meski tungku sering menunggu api
Jangan biarkan muka sempat tak acuh
meski dompet suka protes minta diisi

Jangan biarkan muka sempat tak acuh
kubelai rambutmu tergirai di bahu
Kenang cumbu rayu basi masa lalu
asmara kita bak cinta remaja malu-malu

Puisi: Pantun Malu-malu
Puisi: Pantun Malu-malu
Karya: Budiman S. Hartoyo
    Catatan:
    • Budiman S. Hartoyo tergolong sebagai penyair Angkatan '66.
    • Budiman S. Hartoyo lahir di Solo, tanggal 5 Desember 1938.
    • Budiman S. Hartoyo meninggal dunia tanggal 11 Maret 2010.

    Baca Juga: Puisi Kau Wanita Terindah

    Post A Comment:

    0 comments: