Puisi: Tampak di Mata (Karya Rustam Effendi)

Tampak di Mata

Surya sudah meruyupkan mata,
    Mengantuk hari.
Letih dan lemah seperti si sakit
    merentang nyawa;
Sinar sudah menidurkan kota.
    Menarik diri
malu-maluan, seperti si gadis
    senyum tertawa.

Malam telah mengembangkan tilam,
    penutup susah,
Sebam dan kelam, dekatan keliling
    bak dalam makam.
Nyawa sudah menghentikan kalam
    penulis gundah.
Sunyi dan senyap, tiada berdentang.
    Bak diam alam.

Risik daun mendesirkan darah.
    Rasa tindakan
lunak dan lembut, mendekati aku
    perlahan-lahan.
Lengan rasa membujuki risah.
    Jari mainan,
halus dan jirus, menguruti bahu
    menyapu rewan.

Bibir lembut membisikkan bujuk
    pelepas haus;
Sukmaku, suka; menghadangkan tangan
    pemeluk cinta.
Bibir menggigir, menantikan p'lupuk
    berbau muskus.
Engap yang sedap, menggemai badan,
    merayu beta.

Bengis dera perbuatan cinta,
    memarap harap.
Wayang kenangan; kusangkakan dinda
    di muka beta.
Lengan harapan memeluk angkasa
    meraungi bad* ...
Letih dan letai, terkulailah rasa
    anggota beta.



* bad = angin
Puisi: Tampak di Mata
Puisi: Tampak di Mata
Karya: Rustam Effendi

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Roestam Effendi.
  • Ejaan yang Disempurnakan: Rustam Effendi.
  • Rustam Effendi lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 13 Mei 1903.
  • Rustam Effendi meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 24 Mei 1979.
  • Nama samaran Rustam Effendi adalah Alfaroes. Nama samaran lain yang juga pernah digunakan adalah Rangkajo Elok, Rantai Emas, Rahasia Emas, dan lain-lain.

Baca juga: Contoh Puisi Lama Beserta Pengarangnya

0 Response to "Puisi: Tampak di Mata (Karya Rustam Effendi)"

Posting Komentar

close