Puisi: Desa Lumut (Karya L.K. Ara)

Desa Lumut

Di hutan-hutan tua
Jip merambat-rambat
Kemudian merangkak
Masuk desa lumut
Gerbang sepi lama menanti
Pecah dideru mesin
Gadis-gadis meninggalkan pingitan
Berhamburan ke jalanan
Anak-anak menangis
Ibu-ibu menganga
Ah, benar juga cerita
Pedati besi tanpa ditarik
Dapat jalan sendiri

Dari jip turun tamu-tamu
Gadis-gadis berbisik menunggu
Senyumnya meringankan kaki
Melangkah ke sebuah rumah

Rebah matahari
Lagu pun digumamkan
Nyanyian air kali semakin nyaring
Seorang bertanya
- ibu pernah ke kota
- tidak, tak ada kendaraan
- dari dulu
- ya sejak kecil

ibu kecik itu bersungguh
ia empat puluh tahun
yang bertanya tahu sudah
nasib negri ini
tapi tak ia katakan
saya Bupati baru
sabar bu sabar

di hutan-hutan lebat
jip menderu
di sebuah jembatan
seorang tua mengacungkan tangan
selamat datang selamat datang
jip dihentikan
supir turun, mengangguk
dan menyalami
selamat bapak
kemudian jip menderu lagi
kaki menekan gas
kemudian jip menderu lagi
mata melengkapi hutan-hutan biru
batang demi batang tonggak harapan
keyakinan bersauh di bumi kokoh
hati sang supir kian menyala
ia memekis
kubangun negeri ini
supir itu Bupati sendiri

Puisi: Desa Lumut
Puisi: Desa Lumut
Karya: L.K. Ara


Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Senyum dalam Duka
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar