Puisi: Sang Waktu Berbisik (Karya Fridolin Ukur)

Sang Waktu Berbisik
Melepas J.J.Songan memasuki masa emeritus


Sang waktu berbisik
di sela-sela angin senja;
sang waktu berbisik
bersama desah dedauan rontok;

kuketuk jantung waktu
kuketuk jendela-jendela senja
di perjalanan menepi lorong kehidupan

detik-detik waktu menjalar
merambat memenuhi seluruh dinding
bersama gerak jarum jam:
tak ... tik ...
tak ... tik ...
tak ... tik ...

lalu terhenti
menunjuk pukul usia: enam puluh tahun!

Sang waktu menggeliat
ingin berkata:
sudah sampai kurun sejarah kita
kampus ini tetap terjaga!

Alam pun tiba-tiba melepas isyarat pada kita
kita berada di perbatasan usia
awal kurun waktu manula!

Inilah angka keindahan
untuk pamit sebelum disuruh pergi!

Puisi: Sang Waktu Berbisik
Puisi: Sang Waktu Berbisik
Karya: Fridolin Ukur

Catatan:
  • Fridolin Ukur lahir di Tamiang Layang, Kalimantan Tengah, pada tanggal 5 April 1930.
  • Fridolin Ukur meninggal di Jakarta, pada tanggal 26 Juni 2003 (pada umur 73 tahun).
Baca juga: Puisi Sakit Hati dan Kecewa
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar