Puisi: Ode buat Proklamator (Karya Leon Agusta)

Ode buat Proklamator

Bertahun setelah kepergiannya kurindukan dia kembali
Dengan gelombang semangat halilintar dilahirkannya sebuah negeri
Dalam lumpur dan lumut, dengan api menyapu kelam
Menjadi untaian permata hijau di bentangan cahaya abadi
Yang senantiasa membuatnya tak pernah berhenti bermimpi
Menguak kabut gelita mendung, menerjang benteng demi benteng
Membalikkan arah topan, menjelmakan impian demi impian

17 Agustus 1945 mereka tandatangani naskah itu
Mereka memancang tiang bendera, mengubah nama pada peta
Berjaga membacakan sejarah, mengganti bahasa pada buku
Meniup terompet dengan selaksa nada kebangkitan sukma

Kini kita ikut membubuhkan nama di atas bengkalainya
Meruntuhkan sambil mencari, daftar mimpi membelit bulan
Perang saudara mengundang musnah, dendam tidur di hutan-hutan
Di sawah teruka dan sakti, di bawah langit negeriku
Kata jadi pasir di bibir pantai, oh, lidahku yang terjepit
Derap suara yang gempita cuma bertahan atau menerkam

Ya, walau tak mudah, kurindukan semangatnya kembali.
Bersama gemuruh cinta yang membangunkan sejuta rajawali
Tak mengelak dalam bercumbu, biar di ranjang bara membatu
Tak berdalih pada kekasih, biar berbisa perih di rabu
Berlapis cemas menggunung sesal mutiara matanya tak pudar
Bagi negeriku, bermimpi di bawah bayangan burung garuda.

1979
Puisi: Ode buat Proklamator
Puisi: Ode buat Proklamator
Karya: Leon Agusta


Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau Singkat
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar