Puisi: Ode Keteguhan (Karya Zainal Arifin Thoha) Ode Keteguhan Seperti barisan semut Engkau tak menemukan Sulaiman Kapal Nuh telah lama pula karam Hanya tanah dan sisa keyakinan Meski itu pun kerap …
Puisi: Ode buat Proklamator (Karya Leon Agusta) Ode buat Proklamator Bertahun setelah kepergiannya kurindukan dia kembali Dengan gelombang semangat halilintar dilahirkannya sebua…
Puisi: Ode Prajurit Tanpa Nama (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Ode Prajurit Tanpa Nama Bendera-bendera berkibar di udara Burung-burung bernyanyi di dahannya Dan orang-ora…
Puisi: Ode buat Mahasiswa (Karya Juniarso Ridwan) Ode buat Mahasiswa dari bangku-bangku kuliah, dari ruang-ruang perpustakaan, dari halaman-halaman kampus : telah terbit suara kebenaran langit pun me…
Puisi: Ode untuk Penunggang Kuda (Karya Wayan Jengki Sunarta) Ode untuk Penunggang Kuda usiamu makin mendera, kuda tua meringkik letih di jalanan berbatu begitu dungu kau di atas pelana usir mimpimu…
Puisi: Ibu Kota, Kota Ibu (Karya Remy Sylado) Ibu Kota, Kota Ibu Kalau aku makmur Kubeli Jakarta, kucelup jadi putih. Kau bisa bayangkan Kalau Jakart…
Puisi: Ode bagi Puisi (Karya Agit Yogi Subandi) Ode bagi Puisi Kau seperti debu yang berkelindan di angin setiap butir-butir debu itu musti kutangkap dan kularutkan ke dalam tenggorokanku.…
Puisi: Ode bagi Pisang (Karya Ook Nugroho) Ode bagi Pisang ( 1 ) Pisang menunggu tenang di meja makan. Percaya diri pada gilirannya, nasib yang menjelangnya, nanti sesudah selesai sendok dan g…
Puisi: Ode buat Ibu (Karya Aspar Paturusi) Ode buat Ibu perempuan adalah ibu di hatinya ada mata air mengalirkan kasih sayang perempuan adalah lilin kehidupan di mat…
Puisi: Ode (Karya Darius Umari) Ode Selamat pagi tanah air Selamat pagi Cakrawala Laut Batas jauh mata Garis putih ungu Nyanyian-nyanyian merdu Merpati Cintaku, selamat pagi Dari pu…
Puisi: Ode Ramadhan (Karya Aspar Paturusi) Ode Ramadhan kau peluk sahurmu kau biarkan haru menyusup ke hatimu kau papah puasa tertatih-tatih menuju petang kau jemput iman lalu kau baringkan di…
Puisi: Ode (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Ode (1) katanya, kalau sekarang aku harus berangkat kuberi pacarku peluk penghabisan yang berat aku besok …