Puisi: Tuhan di Hari Minggu (Karya Bakdi Soemanto)

Tuhan di Hari Minggu

Suatu hari Minggu
pagi-pagi jam lima
Tuhan sudah berkemas-kemas
berpakaian rapi
untuk dijadikan korban di altar.

Orang-orang menyaksikan
bagaimana Tuhan dirajam
oleh dosa-dosa kita
di atas altar kehidupan.

Ada koor dan organ
dan bunga-bunga hiasan.
Perayaan dan korban
dalam satu pengertian.
Alangkah indah
tetapi pedih juga.

Setiap Minggu Tuhan dibantai.
Setiap hari Tuhan dibunuh dan mati.
Setiap jam Tuhan dirajam.
Setiap detik.

Tuhan telah disalib di sini
di hati
oleh kita sendiri,
justru tatkala kita
tak berani
menjadi diri sendiri.
Kita tak tahu
kapan penyaliban ini berakhir
karena kita juga tak tahu
kapan kita berani
menjadi diri sendiri.


Kita tak akan pernah bisa
menjadi diri sendiri,
selama-lamanya.

Tetapi
marilah kita berjanji
akan menjadi diri sendiri
bersama-Nya.
Barangkali
penyaliban bukan sekedar upacara.

1979
Puisi: Tuhan di Hari Minggu
Puisi: Tuhan di Hari Minggu
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Puisi tentang Rindu
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar