Puisi: Suatu Ketika (Karya Maghfur Saan)

Suatu Ketika

Suatu ketika, angin berhenti sebelum melewati musim.
Pohon-pohon yang berbaris, menunggu dengan gelisah.
Sedang daun-daunnya satu demi satu patah dan mencium
bumi. Telah kau kembalikan aku kepada nimahku. Seluruh
kerinduan, berawal dan berakhir di sini.

Suatu ketika, angin berhenti menimang salju. Embun
yang meleleh di pundakku lalu berlayar melewati nadi. Serupa
kereta merayap di hamparan sepi. Cuma keluh
dari sejarah petualangannya sendiri yang selalu dicatat dalam
buku-buku kabut. Kutampung kemurungan matahari, tapi
kutahu sekarang bahwa isyarat itu
bukanlah beban
yang sia-sia.

Bacalah peta pada jendela yang kusam! kata camar
yang hinggap di sudut hatiku sambil menabur kegaduhan
panjang.
Sementara itu, sambil berdiri pada kaki-kaki yang ramping,
gerimis menyambutnya dengan mengurai rambutku.
Itulah penantian. Tapi kau bergumam bahwa cinta sudah
mulai merambah pelan-pelan. Tak pemah kuduga bahwa
seseorang bakal menelusup lewat celah kancing baju dan
mengiris-iris mimpiku.

Puisi: Suatu Ketika
Puisi: Suatu Ketika
Karya: Maghfur Saan


Catatan:
  • Maghfur Saan lahir di Batang, pada tanggal 15 Desember 1950.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar