Tiba-tiba Menjauh

perahu yang berlayar di matamu tiba-tiba menjauh
kau bilang ini malam terakhir, tapi mimpi
selalu saja belum berujung sebuah cakrawala
melengkung mengendap-endap menjaga langit
menyibak kabut dengan sesekali tebarkan bara api

yang memercik isyarat
bahwa berbagai peristiwa masih bakal mengguyur
di ubunmu bersama hujan yang menggumpal
lalu menelusup lewat pori-porimu

di matamu, perahu telah berlayar melintasi ribuan musim
mengulang berbagai upacara pembakaran dupa
kau bilang ini sebuah rutinitas belaka
tanpa kau tahu siapa yang senantiasa memungut baunya

adakah jala yang ditebarkan di setiap penghujung musim
menjaring kembali bau dupa atau bahkan petaka?

Puisi: Tiba-tiba Menjauh
Puisi: Tiba-tiba Menjauh
Karya: Maghfur Saan


Catatan:
  • Maghfur Saan lahir di Batang, pada tanggal 15 Desember 1950.

Post A Comment:

0 comments: