Puisi: Hari Kiamat bagi Seluruh Tiang Gantungan (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Hari Kiamat bagi Seluruh Tiang Gantungan

Bumimu telah bergetar, saatnya telah tiba
Nuklir, hidrogen, baygon, sasa, ajinomoto, miwon
bercampur amoniak magma hawa nafsu lumat melebur
Melelahkan planet mungil ini.

Bukit demi bukit membelah
Gunung demi gunung meletus, langit mulai runtuh
Ada geledek dan taifun menyambar seluruh permukaan
Seluruh bumi luluh lumat

Tiang demi tiangmu melengkung tiarap
Hancur luluh bagai raga tanpa sukma
Atau sukma nanar tanpa raga
Sesat arah jarum jalanmu.

Batang demi batang tiang gantungan hancur. Meleleh.
Tangan tidak ketemu tangan. Jari tidak lagi ketemu jari.
Bibir tidak ketemu bibir. Otak tidak ketemu rongga.
Jantung tidak ketemu dada
Hati tidak ketemu Illahi.
Semua mati.

Akar demi akar tercerabut.
Awan demi awan kelam. Lidah lepas tenggorokan.
Rambut lepas kepala. Janji lepas tiada
Sudah sirna semua tiang gantungan.
Lenyap generasi demi generasi
Semua terluka dan sirna.

Puisi: Hari Kiamat bagi Seluruh Tiang Gantungan
Puisi: Hari Kiamat bagi Seluruh Tiang Gantungan
Karya: Sides Sudyarto D. S.

Catatan:
  • Sudiharto lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Juli 1942.
  • Sudiharto meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2012.
  • Sudiharto menggunakan nama pena Sides Sudyarto D. S. (Sides = Seniman Desa. huruf D = nama ibu, yaitu Djaiyah. huruf S = nama ayah, yaitu Soedarno).
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar