Puisi: Pengungsi (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Pengungsi

ini dada kami
segetas gelas, serapuh kasa tua
dapat dengan mudah kau pecahkan atau kau robek
apalagi jika kau bidik dengan senjata
dan kau koyak dengan runcing tombak

setelah itu, di rongga yang dalam
akan kau temukan darah menghitam
yang mengalirkan nyeri hantaman ratusan tahun

jika kau masih haus pada anyirnya
tenggaklah sekalian mengunyah jantungnya
bagus pula mengemasnya dalam labu
lalu berteriak, “kami mengalahkan pengacau!”

kami hanya pengungsi yang turun ke kaki gunung
pendatang yang tiba di pinggir laut
orang yang lama melata di jalanan kota
atau baru muncul dari balik waktu

tapi ini dada kami
berbaris melingkarimu

1999
Puisi: Pengungsi
Puisi: Pengungsi
Karya: Nenden Lilis Aisyah

Catatan:
  • Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar