Puisi: Mengharap Kasih-Nya (Karya Oka Rusmini) Mengharap Kasih-Nya senja nan murah mengingat sejarah lampau lelaki tua hilang pertimbangan tanpa ehsan tanpa kasih tanpa sempadan bunga kesayangan d…
Puisi: Smaradana (Karya Nurhayat Arif Permana) Smaradana harus dengan sungguh-sungguh kukatakan pabila tidur, aku akan mendoakanmu terlebih dulu agar malam menjaga mimpimu dan mengumandangkan ny…
Puisi: Catatan di Dusun Selatan (Karya Eka Budianta) Catatan di Dusun Selatan Gadis-gadis desa dengan topi dan sepatu tinggi Diantar ibu dan ayah mereka menuju kota. Di Mulhouse — sekian ratus batu sela…
Puisi: Menuju Luzern, Switzerland (Karya Eka Budianta) Menuju Luzern, Switzerland (1) Ladang-ladang anggur Dan matahari di selatan Menghapus capek dan rindu Pada langit yang setia. Perancis tidur di hari …
Puisi: Gadis Putih yang Berbaju Hitam (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf) Gadis Putih yang Berbaju Hitam Gadis putih berbaju hitam pada getar rambutmu yang dipermainkan angin tersimpan kata-kata: Dendam yang beku. Sorot mat…
Puisi: Memelihara Lautan Matahari (Karya Ari Setya Ardhi) Memelihara Lautan Matahari matahari perkawinan telah membakar jasad cinta, melunaskan pertengkaran masa lalu, melebur nurani kita dalam kekekalan lau…
Puisi: Nyatanya Tak Ada yang Istimewa (Karya Moh. Wan Anwar) Nyatanya Tak Ada yang Istimewa di penancangan, di rumahmu, kita buka kembali album kerusuhan — ah, tak ada yang istimewa mimpi ternyata bukan hanya m…
Puisi: Demikianlah Waktu Bicara (Karya Moh. Wan Anwar) Demikianlah Waktu Bicara demikianlah waktu bicara, bersepakat dengan kita kuil itu biarkan tetap suci aku sekarat di barat kaulebur di timur kau memi…
Puisi: In Memoriam Motinggo Boesje (Karya Eka Budianta) In Memoriam Motinggo Boesje (1937-1999) Seekor lumba-lumba terdampar di hatiku Aku tak bisa menolongnya Pada pagi di masa kecilku Di pantai malam ini…
Puisi: Semua Ada Musimnya (Karya Eka Budianta) Semua Ada Musimnya Akhirnya semua paham Pagi yang cerah dan embun berkilauan Telah menjadi masa lalu Kupu-kupu yang terbang Ditolak bunga demi bunga …
Puisi: Kepak Waktu (Karya Fridolin Ukur) Kepak Waktu Sajak ulang tahun Sri ke-66 (I) Detik kembali membuka sayap mengepak-ngepak membawa tiupan angin hembusan panjang napas w…
Puisi: Perjanjian Baru (Karya Hijaz Yamani) Perjanjian Baru membuka jendela malam menatap langit menyingkap rahasia kota-kota yang rusuh di tanah airku membuka jendela, dan menatap langit sepan…
Puisi: Selimut (Karya Joko Pinurbo) Selimut Selimut telah dilipat. Dongeng perlu juga tamat. Cepatlah berangkat walau nafasmu masih tersengal tersendat. Musim panas telah …