Puisi: Taman yang Kau Impikan (Karya Wayan Jengki Sunarta) Taman yang Kau Impikan rahasia yang semayam dalam taman beri aku seteguk waktu untuk memahami adamu saat cahaya bulan mendedah tubuhku …
Puisi: Sajak Dewa Ruci (Karya Edhy Lyrisacra) Sajak Dewa Ruci (1) Kujaring wahyu ratu di samudra hening Memburu mahkota sunyi pada palung semesta DenganMu, jiwa mengembara bagai Bima Men…
Puisi: Lukisan Wajah Berbingkai Cahaya (Karya Ali Syamsudin Arsi) Lukisan Wajah Berbingkai Cahaya adalah harum semerbak bunga menjadi penawar tubuh penuh luka dari jasad terbaring di medan laga adalah anak tangga pe…
Puisi: Jampi Dukun Bayi Betawi (Karya Zeffry J. Alkatiri) Jampi Dukun Bayi Betawi Suara Azan Dibisikkan ke Telinga Si Bayi Bismillah… Mate jangan seliat-liatnye Kuping jangan sedenger-deng…
Puisi: Memenuhi Janji pada Waktu (Karya Upita Agustine) Memenuhi Janji pada Waktu Diriku yang berjalan Di kerutan waktu Menjahit Kesetiaan Bumi pada langit Burung pada sarang Ibu pada anak …
Puisi: Habib (Karya Zeffry J. Alkatiri) Habib ( 1 ) Ahlan! Serak berat bebatukan Sepanjang kampung Arab Pagar tinggi Pintu mengatup sepanjang siang Para wanita mengintip Mem…
Puisi: Aku Rindu pada Mahasiswi-Mahasiswa (Karya Abdul Wachid B. S.) Aku Rindu pada Mahasiswi-Mahasiswa Kabut, kabut juga yang ngepung Kampus kita dengan gedung-gedung putih runcing Di sini tampak lengang Tak …
Puisi: Interlude (Karya Widodo Arumdono) Interlude rindu terancam bulan lebam sesiapa menikamnya lalu siul burung ninggalkan jejak : masa depan sepi. Jakarta, 1999 Sumber: Tabloid Kamu (Dese…
Puisi: Kontempelasi Satu (Karya Nurhayat Arif Permana) Kontempelasi Satu Mari bernyanyi bagi padang terbuka dan rumput sabana, adinda Bayangkan bagaimana nurani menyerapnya dan menempel di kanvas sang bat…
Puisi: Potret Kita (Karya Widodo Arumdono) Potret Kita dua bintang berpaling menggigit ujung sembilu hujan rawan melukis dua lautan hati : tak juga mengarami api rindu dendam. Jakarta, 1999 Su…
Puisi: Mengharap Kasih-Nya (Karya Oka Rusmini) Mengharap Kasih-Nya senja nan murah mengingat sejarah lampau lelaki tua hilang pertimbangan tanpa ehsan tanpa kasih tanpa sempadan bunga kesayangan d…
Puisi: Smaradana (Karya Nurhayat Arif Permana) Smaradana harus dengan sungguh-sungguh kukatakan pabila tidur, aku akan mendoakanmu terlebih dulu agar malam menjaga mimpimu dan mengumandangkan ny…
Puisi: Catatan di Dusun Selatan (Karya Eka Budianta) Catatan di Dusun Selatan Gadis-gadis desa dengan topi dan sepatu tinggi Diantar ibu dan ayah mereka menuju kota. Di Mulhouse — sekian ratus batu sela…