1999

Puisi: Maliun Hawa (Karya Ahmad Faisal Imron)

Maliun Hawa setelah itu kau datang padaku membawa sebuah parodi yang tak terduga bahwa masih di kamar …

Puisi: Kaca (Karya Fridolin Ukur)

Kaca Hari ini seperti sebuah kaca cermin masa silam; tampak lagi semua yang kita alami bertaut sampai kini yang kita harapka…

Puisi: Asmara Loka (Karya A. Rahim Eltara)

Asmara Loka Menetes gerimis bening kasihmu Di bawah kerling langit biru sejuk Bulan sepotong merekah selingkuhi pucuk-pucuk daun Ada katup …

Puisi: Aku Ingin (Karya Saut Situmorang)

Aku Ingin aku ingin mencintaiMu dengan membabi buta – dengan sebotol racun yang diteguk romeo tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi aku in…

Puisi: Taman yang Kau Impikan (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Taman yang Kau Impikan rahasia yang semayam dalam taman beri aku seteguk waktu untuk memahami adamu saat cahaya bulan mendedah tubuhku …

Puisi: Sajak Dewa Ruci (Karya Edhy Lyrisacra)

Sajak Dewa Ruci (1) Kujaring wahyu ratu di samudra hening Memburu mahkota sunyi pada palung semesta DenganMu, jiwa mengembara bagai Bima Men…

Puisi: Lukisan Wajah Berbingkai Cahaya (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Lukisan Wajah Berbingkai Cahaya adalah harum semerbak bunga menjadi penawar tubuh penuh luka dari jasad terbaring di medan laga adalah anak tangga pe…

Puisi: Jampi Dukun Bayi Betawi (Karya Zeffry J. Alkatiri)

Jampi Dukun Bayi Betawi Suara Azan Dibisikkan ke Telinga Si Bayi Bismillah… Mate jangan seliat-liatnye Kuping jangan sedenger-deng…

Puisi: Memenuhi Janji pada Waktu (Karya Upita Agustine)

Memenuhi Janji pada Waktu Diriku yang berjalan Di kerutan waktu Menjahit Kesetiaan Bumi pada langit Burung pada sarang Ibu pada anak …

Puisi: Habib (Karya Zeffry J. Alkatiri)

Habib ( 1 ) Ahlan! Serak berat bebatukan Sepanjang kampung Arab Pagar tinggi Pintu mengatup sepanjang siang Para wanita mengintip Mem…

Puisi: Aku Rindu pada Mahasiswi-Mahasiswa (Karya Abdul Wachid B. S.)

Aku Rindu pada Mahasiswi-Mahasiswa Kabut, kabut juga yang ngepung Kampus kita dengan gedung-gedung putih runcing Di sini tampak lengang Tak …

Puisi: Interlude (Karya Widodo Arumdono)

Interlude rindu terancam bulan lebam sesiapa menikamnya lalu siul burung ninggalkan jejak : masa depan sepi. Jakarta, 1999 Sumber: Tabloid Kamu (Dese…
© Sepenuhnya. All rights reserved.