1999

Puisi: Selimut (Karya Joko Pinurbo)

Selimut Selimut telah dilipat. Dongeng perlu juga tamat. Cepatlah berangkat walau nafasmu masih tersengal tersendat. Musim panas telah …

Puisi: Jakarta (Karya Sulaiman Juned)

Jakarta Terkurung keramaian Jakarta mengepul asap di hati jadi api aku ingat kampung; masa kecil yang indah …

Puisi: Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi (Karya Aslan Abidin)

Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi pada suatu tengah malam, seusai menikmati gravitasi di atas tubuhmu, kita bercerita tentang newton dan buah apel…

Puisi: Banyak Simpang, Kota Tua (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Banyak Simpang, Kota Tua: Melankolia (1) Selalu, setiap perjalanan keluh kesah itu kau tak ingin sampai, di atas andong kau bertanya siapa di…

Puisi: Dari Suatu Masa (Karya Leon Agusta)

Dari Suatu Masa "Mungkin masih ada yang tersisa dari prahara selain puisi", katamu sembari bergegas pergi Aku tak begitu sadar apa …

Puisi: Di Sebuah Kafe, Hengelo (Karya Juniarso Ridwan)

Di Sebuah Kafe, Hengelo denting gelas itu menyadarkan kami, malam telah mengendap dalam aroma anggur, masing-masing memberi tanda untuk berpisah, tet…

Puisi: Mengenang Bandung dari Jauh (Karya Kurnia Effendi)

Mengenang Bandung dari Jauh Jalan-jalan basah menuju puncak bukit, hutan kecil, rimbun daun Jalan-jalan rindang dengan pohonan yang setia menjadi pay…

Puisi: Pengungsi (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Pengungsi ini dada kami segetas gelas, serapuh kasa tua dapat dengan mudah kau pecahkan atau kau robek apalagi jika kau bidik dengan senjata dan kau …

Puisi: Jakarta Januari (Karya Diah Hadaning)

Jakarta Januari Macan api masih menari di langit di bumi macan api masih beringas mencengkeram kota panas ternyata hari ini masih sama …

Puisi: Seperti Belanda (Karya Fikar W. Eda)

Seperti Belanda Seperti Belanda mereka atur siasat membuat kami takluk bertekuk lutut Seperti Belanda …

Puisi: Pohon Perempuan (Karya Joko Pinurbo)

Pohon Perempuan Pohon perempuan itu masih berdiri anggun di tengah kota walau sudah sangat tua umurnya. Teman-temannya sudah tumbang dan robo…

Puisi: Surat Malam untuk Paska (Karya Joko Pinurbo)

Surat Malam untuk Paska Masa kecil kaurayakan dengan membaca. Kepalamu berambutkan kata-kata. Pernah aku be…

Puisi: Kerikil (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Kerikil akhirnya, tinggal kerikil di hatiku dan rasa linu jari-jari dicongkel kukunya bertahun mengingatmu, hanya mengundang kesedihan seseorang meni…

Puisi: Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya memang, hanya sejenak kau mengajakku wisata di abad lama gembira menyaksikan trubadur dan sirkus boneka di centrum-ce…
© Sepenuhnya. All rights reserved.