1999

Puisi: Kota Sengketa (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kota Sengketa Dari sebuah gang tikus, aku masuki hotel murah : tak disediakan rasa aman. tak ada mimpi dan kantuk yang nikmat. …

Puisi: Menuju Kemabukan (Karya Ari Setya Ardhi)

Menuju Kemabukan tiba-tiba saja aku ingin mengenang dunia candu, membangkitkan syahwat kekalahan manusia, sembari memanggili nama asmara yang pernah …

Puisi: Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (Karya Ahmad Nurullah)

Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (- Kepada Orang Lain) (1) Sungguh adakah cinta, jika perang adalah fakta…

Puisi: N.B. (Karya Dorothea Rosa Herliany)

N.B. Seperti kalau kita berjalan di pusat perbelanjaan, di pinggir-pinggir toko dan kaki lima segalanya menggoda kita untuk melihat: dengan …

Puisi: Tubuh Pinjaman (Karya Joko Pinurbo)

Tubuh Pinjaman Tubuh yang mulai akrab dengan saya ini sebenarnya mayat yang saya pinjam dari seorang …

Puisi: Tanda-Tanda Zaman (Karya Sobron Aidit)

Tanda-Tanda Zaman Kerusuhan, pembunuhan, penyiksaan dan penculikan penjarahan dan perkosaan, jambret, perampokan bolak-balik ke pengadilan …

Puisi: Ayat-Ayat Api (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ayat-Ayat Api (1) Mei, bulan kita itu, belum ditinggalkan penghujan di mana gerangan kemarau, yang malamnya dingin yang langitnya bersih; …

Puisi: Sajak (Karya M. Poppy Hutagalung)

Sajak dan tiba-tiba aku teringat padamu dalam sibukku yang beruntun berapa tahunkah sudah kulepas engkau dari pelukku? serasa gemetar seluruh tubuhku…

Puisi: Aceh Mendesah dalam Nafasku (Karya D. Zawawi Imron)

Aceh Mendesah dalam Nafasku Aku belum pernah berkunjung ke Aceh Tapi aku pernah mencium aroma pena Syekh Ham…

Puisi: Naik Bus di Jakarta (Karya Joko Pinurbo)

Naik Bus di Jakarta ( untuk Clink ) Sopirnya sepuluh, kernetnya sepuluh, kondekturnya sepuluh, pengawal…
© Sepenuhnya. All rights reserved.