Puisi: Kota Sengketa (Karya Dorothea Rosa Herliany) Kota Sengketa Dari sebuah gang tikus, aku masuki hotel murah : tak disediakan rasa aman. tak ada mimpi dan kantuk yang nikmat. …
Puisi: Menuju Kemabukan (Karya Ari Setya Ardhi) Menuju Kemabukan tiba-tiba saja aku ingin mengenang dunia candu, membangkitkan syahwat kekalahan manusia, sembari memanggili nama asmara yang pernah …
Puisi: Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (Karya Ahmad Nurullah) Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (- Kepada Orang Lain) (1) Sungguh adakah cinta, jika perang adalah fakta…
Puisi: N.B. (Karya Dorothea Rosa Herliany) N.B. Seperti kalau kita berjalan di pusat perbelanjaan, di pinggir-pinggir toko dan kaki lima segalanya menggoda kita untuk melihat: dengan …
Puisi: Tubuh Pinjaman (Karya Joko Pinurbo) Tubuh Pinjaman Tubuh yang mulai akrab dengan saya ini sebenarnya mayat yang saya pinjam dari seorang …
Puisi: Tanda-Tanda Zaman (Karya Sobron Aidit) Tanda-Tanda Zaman Kerusuhan, pembunuhan, penyiksaan dan penculikan penjarahan dan perkosaan, jambret, perampokan bolak-balik ke pengadilan …
Puisi: Ayat-Ayat Api (Karya Sapardi Djoko Damono) Ayat-Ayat Api (1) Mei, bulan kita itu, belum ditinggalkan penghujan di mana gerangan kemarau, yang malamnya dingin yang langitnya bersih; …
Puisi: Sajak (Karya M. Poppy Hutagalung) Sajak dan tiba-tiba aku teringat padamu dalam sibukku yang beruntun berapa tahunkah sudah kulepas engkau dari pelukku? serasa gemetar seluruh tubuhku…
Puisi: Aceh Mendesah dalam Nafasku (Karya D. Zawawi Imron) Aceh Mendesah dalam Nafasku Aku belum pernah berkunjung ke Aceh Tapi aku pernah mencium aroma pena Syekh Ham…
Puisi: Naik Bus di Jakarta (Karya Joko Pinurbo) Naik Bus di Jakarta ( untuk Clink ) Sopirnya sepuluh, kernetnya sepuluh, kondekturnya sepuluh, pengawal…