Puisi: Apa Kabarmu Sang Kebebasan? (Karya Rayani Sriwidodo)

Apa Kabarmu Sang Kebebasan?

Sehelai daun melayang dari dahan penghujung
kutahan nafasku, kuawasi gemetar tubuhnya menjelang
rubuh ke bumi, kesan. demikianlah mula terukir
bayangan kehadirannya ketika esok harinya masih saja
ia terlantar di pojok halaman di saat mana aku terpandang
akan tubuhnya yang mulai digerogoti serangga
terasa kesan berobah jadi kenangan pada pertemuan yang
tak patut dikenang. seakan ia memperjelas bahwa nasib baru dapat
dipastikan sesudah kasip ketika lobang-lobang di tubuhnya
bagaikan pupil mata hampa menatap bekas tangkainya
nun di dahan terkukuh di angkasa. satu saat mata itu
tiba-tiba menoleh ke kulitku. poros keberpautan kami pun
bergeser ketika pori-pori yang kelewat halus di situ
ditusuknya, darah berkucuran, lobang-lobang di tubuh bercumbu
dengan lobang-lobang di daun. matahari bagai sejuta kaca
mengepung. ke mana. kembali ke diri sendiri? ada jembatan
harus diutuhkan sementara raga hanya kursi tua semata
bagai anak kecil cuma tahu mendesak keterikatan kita
apa kabarmu sang kebebasan? kumandang maha panjangmu
bergulung-gulung tak berujung, mungkin dari kecipak katak
di selokan yang memberi isyarat tentang alam yang mendadak
kehilangan daratan. hewan-hewan ampibi kehilangan dunia kedua
sekadar melipur iri kita yang hanya punya satu dunia
sementara di ujung gempita kumandangmu, suara bergerombol
tikus yang kehilangan lobang, mengorek sang jembatan:
mencipta sarang. saatkah kita merasakan diri bagai sebatang
tungku, kejatmikaan kita beralih jadi burung yang basah kuyup, kedinginan
dan bertengger di ceruk bekas tebangan terbengkalai
pada tungku itu?

kesan. demikianlah terukir bayangan kehadirannya
terasa ada yang menegang lalu melentur hilang
atau kitakah itu rumah yang ditinggal sepi
debu menebal di mana-mana, di rak-rak buku
yang telah ketiadaan pembaca, ketika pada suatu saat
Isa yang menjajakan kasih-Nya
terpeleset di sehelai daun
yang membusuk di halamannya?
Karet, 1971

Puisi: Apa Kabarmu Sang Kebebasan?
Puisi: Apa Kabarmu Sang Kebebasan?
Karya: Rayani Sriwidodo

Catatan:
  • Rayani Lubis lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada tanggal 6 November 1946.
  • Rayani Lubis meniadakan marga di belakang nama setelah menikah dengan pelukis Sriwidodo pada tahun 1969 dan menambahkan nama suaminya di belakang namanya sehingga menjadi Rayani Sriwidodo.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar