Tidak setengah-setengah.

Puisi: Sorga Edisi Pagi (Karya Yuswadi Saliya)

|
Sorga Edisi Pagi


Seorang pemotret mendatangi proyek irigasi.
Itulah air, lebih berharga dari pada emas sepedati,
segar bugar mengisi seluruh pembuluh-pembuluh bumi.

Petani-petani mencelupkan kepalanya masing-masing ke dalam air,
menjunjung air dengan setiap helai rambutnya;
hampir tampak oleh mereka
betapa air berebut mengisi tangkai-tangkai padi
dan butir pari menggelembung bagai dipompa
dan matahari memasaknya dengan tangkas
mencelupnya dalam zat warna dan panas.

Kalau tiba senja bersila di beranda
terbukalah tangga keluarga ke sorga,
mereka berangkat tidur dengan kantuk yang matang,
mereka menguasai tanda-tanda alami dan segala masalah tanaman,
seperti seorang ibu akan perubahan-perubahan kandungan.

Seorang pemotret memasuki kamar gelapnya
mengembangkan kertasnya dan membuktikan
akan adanya sorga, terbuktilah ke-ada-annya,
terbuktilah semuanya melalui larutan-larutan.
Begitulah sorga tercipta di halaman koran edisi pagi.


1971

Sumber: Horison (Maret, 1975)


Yuswadi Saliya
Puisi: Sorga Edisi Pagi
Karya: Yuswadi Saliya

Biodata Yuswadi Saliya:
Juswadi Saliya lahir pada tanggal 15 Juni 1938 di Bandung. Sejak SMA ia sudah mulai menulis, mula-mula pada lembaran-lembaran remaja lalu pada majalah-majalah kebudayaan seperti Basis.

Ia tamat sebagai sarjana arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1966 dan direkrut sebagai staff di ITB pada saat itu. Kemudian mengajar Sejarah Arsitektur dan Ilmu-Ilmu Sosial. Ia mendapat gelar master dari University of Hawaii pada tahun 1975.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar