Puisi: Tak Ada Ancaman (Karya Yuswadi Saliya)

Puisi: Tak Ada Ancaman Karya: Yuswadi Saliya
Tak Ada Ancaman


saya sedang mencari rumah saat ini,
apa usulmu, hai daun pintu?
saya lupa bahwa daun pintu itu baton daripada rumah;
bagaimanapun
saya sedang mencari rumah sekarang.

rumah itu daerah bagi keajaiban-keajaiban sejarah,
bagi keluarga dan piring-piring dan tumpukan koran,
begitu pada hemat saya;
piring pecah, karena itu, sama dengan kematian seseorang,
keduanya sama membutuhkan hati dan perhatian.
saya akan terus mencari rumah,
ini sulit, tentu saja: ancaman terhadap ketentraman,
sebab setiap orang pun membutuhkan rumah
tempat orang menunda kekalahan terhadap rasa gelisah.

saya melihat sebatang pohon
dengan daun-daunnya yang lebat;
seekor ayam yang mengais bulu-bulunya,
seekor kucing melenggang di dekatnya:
tak ada yang merasa terancam.
saya melihat ayam yang naik bertelur
mengikuti petunjuk jagonya,
tak ada ancaman.
seekor kadal menyelinap di sela benteng-benteng batu,
sangat lancar, sisiknya bersinar memancar-mancar,
kegiatannya luar biasa, tapi tak ada ancaman.

Barangkali sayalah yang mengancam
diri saya sendiri. Mungkin,
mungkin juga.


Sumber: Horison (Februari, 1973)


Yuswadi Saliya
Puisi: Tak Ada Ancaman
Karya: Yuswadi Saliya

Biodata Yuswadi Saliya:
Juswadi Saliya lahir pada tanggal 15 Juni 1938 di Bandung. Sejak SMA ia sudah mulai menulis, mula-mula pada lembaran-lembaran remaja lalu pada majalah-majalah kebudayaan seperti Basis.

Ia tamat sebagai sarjana arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1966 dan direkrut sebagai staff di ITB pada saat itu. Kemudian mengajar Sejarah Arsitektur dan Ilmu-Ilmu Sosial. Ia mendapat gelar master dari University of Hawaii pada tahun 1975.
© Sepenuhnya. All rights reserved.