Tidak setengah-setengah.

Atasi Overthinking dengan Self Healing

|

Meskipun zaman sudah semakin canggih dan mempermudah segala aktivitas manusia, tetapi justru tidak sedikit anak-anak khususnya remaja zaman sekarang sering mengeluh overthinking.

Hampir setiap hari di waktu-waktu tertentu mereka senang memikirkan hal-hal jauh ke depan dan membayangkan sesuatu yang belum bisa dipastikan terjadinya dengan pikiran-pikiran serta prasangka yang negatif.


Overthinking


Terlalu sering memikirkan suatu masalah dari hal kecil atau masalah sepele sekalipun yang dialami dalam kehidupan sehari-hari dengan rasa penuh khawatir dan kecemasan yang berlebihan dalam jangka waktu lama tentu akan berdampak buruk pada kesehatan baik mental maupun fisik. Inilah yang disebut overthinking yang sudah menjadi sebuah fenomena dalam kehidupan khususnya remaja saat ini.

Overthinking bisa ditandai dengan senang memprediksi akan datangnya permasalahan yang menyebabkan kecemasan secara terus-menerus dan berlebihan sehingga menurunkan semangat dalam menjalani kehidupannya.

Kurang percaya diri dan terlalu memikirkan tanggapan buruk dari orang lain tentang dirinya juga menjadi salah satu pemicu overthinking. Hal-hal seperti ini biasanya terjadi karena kurang bersyukur, padahal manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang diberi sebuah kelebihan dan kelemahan masing masing. Selanjutnya, ekspektasi yang ternyata jauh dari realita menyebabkan takut untuk menghadapi kenyataan dan tidak berani untuk memulai kembali.

Berpikir sebelum bertindak memang perlu untuk mengantisipasi dan melihat bagaimana dampak yang mungkin akan terjadi. Namun, ketika hal ini dilakukan secara terus-menerus bukannya menemukan solusi justru malah memicu kecemasan dan stres karena terlalu banyak berpikir daripada bertindak. Hal ini dapat menyebabkan gangguan mental atau kejiwaan.

Selain itu, overthinking juga menimbulkan sulit tidur di malam hari karena otak yang sudah terlalu banyak memikirkan sesuatu, sehingga akan berdampak buruk pada kesehatan fisik.

Overthinking menyebabkan seseorang sulit untuk maju karena banyak menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan masalah-masalah mulai dari hal kecil atau masalah sepele sampai masalah besar sekalipun seperti terlalu menanggapi perkataan orang lain, masih saja memikirkan kejadian yang sudah terlewat, bahkan senang berangan-angan atau berekspektasi yang terlalu tinggi.

Overthinking lebih banyak memberikan dampak negatif daripada dampak positifnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah cara untuk mengatasi overthinking dengan self healing yang terbaik.

Self healing adalah melakukan sebuah penyembuhan atau proses pemulihan diri akibat permasalahan yang telah dialami.

Tujuan melakukan self healing yaitu untuk melihat dan memahami diri sendiri sebelum memahami orang lain, dapat menerima kenyataan dan menyadari bahwa masing-masing individu telah dibekali kelebihan dan kekurangan, dapat lebih membentuk karakter yang positif dalam diri ketika menghadapi situasi sulit serta mampu mengontrol emosi secara baik sehingga akan lebih tegar dan bijak dalam memahami segala kenyataan yang dihadapinya di kemudian hari.

Berikut self healing dalam mengatasi overthinking:

  1. Dalam pandangan Islam tentunya self healing yang paling tepat adalah dengan berdzikir atau mengingat Allah SWT karena dengan mengingatnya akan membuat hati menjadi lebih tenang.
  2. Melakukan kegiatan positif seperti menuangkan segala pikiran pada secarik kertas yang dapat menjadi sebuah karya, bisa juga dengan melakukan hobi untuk membuat lebih bahagia.
  3. Melihat segala hal dengan sudut pandang yang luas sehingga tidak terpaku pada prasangka-prasangka buruk.
  4. Tingkatkan rasa syukur agar dapat menghargai segala proses yang telah dilalui dan jangan terlalu pusing menanggapi perkataan orang lain.
  5. Terus menggali potensi diri agar membuat lebih percaya diri. Belajar dari sebuah pengalaman dan berusaha mencari solusi terbaik dalam setiap permasalahan dengan berani bertindak.

Stop overthinking dan jangan merasa takut bagaimana yang akan terjadi ke depannya. Jadilah kegagalan sebagai sebuah pembelajaran untuk langkah awal mencapai kesuksesan. Karena selalu ada hikmah di balik setiap masalah yang muncul ketika mampu dalam memaknainya.


Biodata Penulis:

Heppy Lindiani adalah seorang Mahasiswi Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar