Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Kontribusi Literasi Media Pendidikan di Era Milenial

|

Beberapa tahun terakhir generasi milenial banyak diperbincangkan di media sosial. Generasi milenial atau generasi zaman now menjadikan dunia digital sebagai ruang pribadi dalam mengakses, membagikan, dan mendapatkan informasi yang jarang ditemui di dalam internet. Tak jarang apabila generasi milenial disebut sebagai masyarakat digital yang mudah mem-viral-kan apapun di dunia maya.

Melek media atau pemahaman media literasi secara sederhana diartikan dimana seseorang mampu memilah atau menyaring isi pesan yang disampaikan oleh media. Lalu apa arti literasi media pendidikan di era milenial? Literasi media pendidikan di era milenial merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam menyaring informasi di zaman sekarang ini secara kritis.

Dalam digitalisasi, media sosial tidak lepas dikaitkan sebagai media pendidikan, khususnya literasi. Dimana media sosial digunakan sebagai jembatan untuk berkomunikasi, yang di dalamnya terdapat berbagai konten yang berisi pendidikan, karya sastra, seni, olahraga, berita, dan lain sebagainya. Media sosial menjadi salah satu media yang digemari oleh generasi milenial, dan sangat mudah untuk diakses.

Media sosial dan berbagai konten di media digital memang menjadi tempat yang asik untuk mencari informasi dan belajar banyak hal baru dan waktu yang digunakan pun relatif singkat. Sudah seharusnya teknologi dapat membuat generasi milenial menjadi berdaya, bukan sebaliknya, membuat generasi milenial menjadi konsumen semata dan khalayak yang pasif.

Munculnya teknologi dan beberapa media baru mampu menyediakan ruang yang luas bagi khalayak sebagai wadah untuk mengungkapkan ekspresi dan menciptakan konten yang dapat dibagikan kepada orang lain. Dan setiap orang meyakini bahwa kontribusi mereka berikan penting.

Pemanfaatan teknologi, salah satunya yaitu penggunaan internet berdampak positif, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan sumber daya manusia untuk melek teknologi khususnya bagi para generasi milenial.


Literasi

Di era saat ini, literasi tidak hanya terpacu pada membaca buku fisik, tetapi telah merambah pada digitalisasi. Banyak penulis muda berkarya melalui media virtual yang dapat dijangkau ke segala penjuru terkhusus generasi milenial yang ikut aktif di dalamnya.

Lalu bagaimana kontribusi literasi media pendidikan di era milenial? Dapat disimpulkan kontribusi literasi media yaitu menjadikan media sosial sebagai peranan untuk ikut menggerakan literasi media pada generasi milenial. Dimana media sosial dapat digunakan untuk mengakses dan mendapatkan berita-berita terkini, mendapatkan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang baru, sehingga dapat mendapatkan berbagai wawasan informasi.


Daftar Pustaka:

  • Sari Sapta. (2019). "Literasi Media pada Generasi milenial di Era Digital". Jurnal Professional FIS UNIVED. Vol.6 No.2.
  • Munandar Aris, Teti Sobari dan Latifah. (2020). "Penerapan Literasi Media terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia". Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Volume 2 Nomor 4.
  • Rahmawati Indri Dwi dan Eni Amaliah. (2020). "Peran Media Literasi dan Informasi dalam Pendidikan". El Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
  • Purawinangun Anisa Ira dan Maulana Yusuf. "Gerakan Literasi Generasi Milenial melalui Media Sosial". Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 9 No.1.
  • Anggidesialamia Helena. (2020). "Upaya Meningkatkan Minat Baca melalui Review Konten Cerita Rakyat pada Aplikasi Youtube". Jurnal COMM-EDU. Volome  3 Nomor 2.
  • Zuhri Saifuddin. (2020). "Pentingnya Budaya Literasi Media dan Akulturasi Bela Negara Generasi Milenial". Public Administration Journal Of Research. Volume 2(4).
  • Chistiani Citra Lintang dan Jaduk Gilang Pambayun. (2020). "Merancang Model Literasi Media bagi Digital Natives di Kota Magelang sebagai Kota Layak Anak melalui Child-Led Research". JPALG: Journal of Public Administration and Local Governamce. Vol 4 (2).
  • Hanika Musfirowati Ita, Melisa Indriana Putri dan Alyza Asha Witjaksono. (2020). "Sosialisasi Literasi Media Digital di Jakarta (Studi Eksperimen Penggunaan Youtube terhadap Siswa Sekolah Dasar di Jakarta)".


Profil Penulis:

  • Syifa Urrohmah lahir pada tanggal 26 Mei 2002 di Pubalingga.
  • Wardani Lutfi Atiqoh lahir pada tanggal 1 Oktober 2002 di Kebumen.
  • Syifa Urrohmah dan Wardani Lutfi Atiqoh saat ini aktif sebagai mahasiswa di UIN SAIZU Purwokerto.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar