Manifesto Madin An-Nur: Menggugat Hegemoni Beton dan Memulihkan Fitrah Pendidikan Oleh Dr. Edy Suseno, S.Pd., M.Pd. Pendidikan modern saat ini seolah sedang berjalan di padang pasir yang sangat gersang tanpa arah yang jelas. Kita s…
Indonesia Kaya: Pilar Pelestarian Warisan Kebudayaan Indonesia Oleh Rahmadiani Zein Awal mula saya mengetahui Indonesia Kaya yakni melalui kanal Youtube yang menampilkan berbagai teater dan drama musikal dengan m…
Orwell Bingung Lihat Kita: Saat Fiksi 1984 Jadi Realita Harian Oleh Roman Adiwijaya Pernah dengar soal 1984 karya George Orwell? Itu lho, novel lawas tahun 1949 yang ceritanya soal negara super otoriter di mana w…
Kebutuhan Mahasiswa dalam Menggunakan Google Scholar Oleh Syafi Syafiki Rusadi Google Scholar mempunyai sumber baru yaitu adanya Citation atau kutipan yang memudahkan mahasiswa maupun pelajar dalam meng…
Poco Leok dan Candriwasah: Aksi Tolak Proyek Geothermal di Bumi Congka Sae Oleh Yulianus Risky Agato Belakangan ini publik Manggarai digemparkan dengan problem tolak proyek geothermal yang dilakukan oleh warga Poco Leok. Poc…
Media Online yang Menerima Tulisan Opini: Gratis dan Dibayar Di era digital ini, suara kita dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan. Para penulis memiliki peran yang penting dalam membentuk opini publi…
Novel Saman Karya Ayu Utami: Pendobrak Atas Nilai Patriarki Oleh Nasywa Nabila Karya sastra merupakan salah satu wadah untuk menuangkan pemikiran kita terhadap suatu permasalah di sekitar kita. Sastra lahir de…
Kemiskinan Ekstrem Tidak Akan Selesai Tanpa Literasi Oleh Tegar Saputro Kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menjadi beban berat bagi pembangunan nasional, meskipun berbagai program bantuan sosial tela…
Kenapa Iklan "Quran Sobek" & Pesantren Reyot Menghantui YouTube Kita? Oleh Roman Adiwijaya Pernah nggak sih lagi asyik nonton YouTube, tiba-tiba kena interrupt iklan yang isinya bikin hati teriris? Visualnya selalu sama…