Setangkai Andai
Andai saja saat itu kau berada di sampingku
berteduh pulas di pangkuanku
menatap dalam diriku
tersenyum
Aku bertasbih
selamanya aku bertasbih
Dipersembahkannya padaku si anjing berselimut jingga
serpih-berguguran, daku
kini tertinggal setengahku, dan aku
kau lucuti
Andai saja kau berada di sampingku
Bandung, 26 Desember 2023
Analisis Puisi:
Puisi "Setangkai Andai" karya Mochamad Azky merangkum nuansa kerinduan dan keinginan yang tidak terwujud.
Nuansa Kerinduan dan Harapan: Puisi ini secara jelas menghadirkan nuansa kerinduan. Penyair merenungkan situasi yang mungkin terjadi jika seseorang yang dicintai berada di dekatnya. Penggunaan kata "andai saja" menciptakan suasana harapan dan imajinasi tentang kebersamaan yang diinginkan.
Berteduh dan Bertatap: Istilah "berteduh pulas di pangkuanku" menggambarkan keinginan untuk melindungi dan memberikan kenyamanan kepada orang yang dicintai. "Menatap dalam diriku" menyoroti kedalaman hubungan yang diharapkan, di mana pandangan menjadi sarana komunikasi tanpa kata-kata.
Bertasbih dan Persembahan: Penggunaan kata "bertasbih" menggambarkan sikap penghormatan dan rasa syukur, menunjukkan bahwa kehadiran orang yang dicintai dianggap sebagai suatu anugerah. Pemilihan kata "dipersembahkannya" menambahkan dimensi keagamaan, seolah-olah keberadaan orang tersebut adalah suatu pemberian yang harus disyukuri.
Imaji Anjing Berselimut Jingga: Metafora "si anjing berselimut jingga" menciptakan gambaran visual yang kaya. Anjing sering dihubungkan dengan kesetiaan, dan warna jingga dapat menggambarkan kehangatan dan keramahan. Serpihan yang berguguran dapat merujuk pada kehilangan atau kerapuhan, yang dapat diartikan sebagai keadaan batin penyair.
Tertinggal Setengahku: Ekspresi "tersenyum" menggambarkan kebahagiaan yang muncul dari pertemuan yang diimpikan. Namun, ungkapan "kini tertinggal setengahku" menunjukkan rasa kehilangan yang mungkin dialami oleh penyair.
Pemilihan Kata dan Gaya Bahasa: Penyair menggunakan kata-kata yang indah dan menggoda imajinasi pembaca. Pemilihan kata-kata seperti "berselimut jingga," "serpih-berguguran," dan "lucuti" menambah keindahan dan kedalaman puisi.
Puisi "Setangkai Andai" bukan hanya sekadar puisi tentang kerinduan, tetapi juga sebuah karya yang menyentuh aspek emosional pembaca. Puisi ini menciptakan gambaran romantis dan merenung, mengajak kita untuk merasakan keinginan dan impian penyair.
Puisi ini menciptakan ruang untuk refleksi tentang kerinduan dan harapan, serta mengundang pembaca untuk merenungkan kekuatan kata-kata dalam menyampaikan perasaan.
Karya: Mochamad Azky
Biodata Mochamad Azky:
- Mochamad Azky lahir pada tanggal 4 Juli 2004 di Tasikmalaya.
