Puisi: Chocolate Cosmos (Karya Esti Rahayu Utami) Chocolate Cosmos seperti raja, kau tumbuh di kuntum cakram pusat bunga pari kawal setiap sudut doa dilangitkan, mekar merekah jadi kebaikan aroma man…
Puisi: Kidung Perindu (Karya Zikri Amanda Hidayat) Kidung Perindu Pada jalan setapak waktu Aku menunggangi rindu Seluas hutan Mei Serindang cinta yang bersemi Hendak menemukan nur kamil Badar bersaran…
Puisi: Rindu Paling Sunyi (Karya Sarifah Aini) Rindu Paling Sunyi Masih saja aku meringkuk di sudut resah, memperolok diri yang hampir saja menyulam kata menyerah. Lihat saja bodohnya aku, setiap …
Puisi: Puisi sebagai Pelarian Terindah (Karya Itos Akwirang) Puisi sebagai Pelarian Terindah Puisi adalah tempat pelarian terindah Dalam melawati dunia yang kadang sedih, kadang senang, kadang susah, kadang mu…
Puisi: Senja di Simpang Empat (Karya Ummi Sulis) Senja di Simpang Empat Benda kotak itu melaju Membelah persimpangan Tanpa dapat dikendalikan Navigasi yang mulanya baik-baik saja Berulah tetiba Adu …
Puisi: Sungaiku Dulu dan Kini (Karya Ummi Sulis) Sungaiku Dulu dan Kini Masa mereguk manis Tanpa takut bias polah Jelajahi sungai bawa tangguk Tawa riang kumpulkan hasil buruan Bocah tanpa beban Me…
Puisi: Mesin Waktu (Karya Amanda Amalia Putri) Mesin Waktu Mengulas kembali cerita yang belum tuntas Waktu menjadi lambat Melangkah mundur perlahan-lahan Mendadak diam dan tidak merespons dengan …
Puisi: Nanti Kita Ingin Pulang ke Sini (Karya Melki Deni) Nanti Kita Ingin Pulang ke Sini Barangkali aku akan berjalan sendiri. Barangkali kamu akan berlari dari sini. Yang kamu pahami perjalanan tanpa persi…
Puisi: Sekilas Senja Pengukir Rindu (Karya Rizal De Loesie) Sekilas Senja Pengukir Rindu Hanya secangkir kopi, dari racikan hati harapku kau tuang di penghujung petang Kauaduk dari rasa cinta dan irama senja m…
Puisi: Merengkuh Ingatan (Karya Ronald Suwardi) Merengkuh Ingatan Jika jalan pulang ke rumah adalah jalan yang menyenangkan bagimu, lantas kapan kau beranjak pulang dan singgah sebentar di sini, ru…
Puisi: Putus (Karya Marianus Elki Semit) Putus Hatinya retak bagaikan puing-puing genteng sulit disatukan Perempuan itu tak kuasa menahan rasa sakitnya Perasaan setres selalu menghantui jiwa…
Puisi: Jatuh Cinta (Karya Raimundus Awur) Jatuh Cinta Selalu jatuh cinta Jatuh lagi pada rasa yang sama, terkaprah pada sejuta rasa dalamnya cinta, Cinta memang berjuta rasanya, Tidakkah kamu…
Puisi: Pulang dan Kembali Lagi (Karya Lalik Kongkar) Pulang dan Kembali Lagi Kembali aku mencumbui syahdu Ternyata keramaian memang tak peduli Menahan, ia menaifikan sendu Tak acuh seakan seketika tuli …
Puisi: Isolophilia (Karya Ummi Sulis) Isolophilia Bersendiriku menyenangkan Rangkai makna Rajut asa Rombak cita Isolophilia Bukan introvert Nyaman Mengepak renjana Garis alur maknai riuh …
Puisi: Malam Ini (Karya Ehfrem Vyzty) Malam Ini Malam ini kami tak banyak basa basi Yang basa hanya pipi Yang basi hanya memori Malam ini Banyak orang mati hidup kembali Mengetuk pintu …
Puisi: Orang Pandai Berbicara (Karya Kang Thohir) Orang Pandai Berbicara Orang pandai berbicara Bermain dengan bahasa Membolak-balikan fakta Hilang logika Sehingga mementingkan dunia semata Tak memi…