Kota dan Kau
Kota ini
seperti bibirmu yang ragu
di malam itu
orang datang menitipkan bimbang
ingin mainan sekadar riang
tapi selalu abai begitu usai
(seperti juga pertemuan kita)
jalan ditebalkan
meski tahu akan tenggelam
dan udara jadi asma
menghirup pengapnya sendiri
tak ada yang bertanya
pada pohon-pohon
yang ingin sekadar basah
sebab hujan jarang datang
dan burung-burung tak lagi singgah
siapa yang menyapa sungai
ikan dan batu-batu di situ
selain para pemancing
dan penyair yang merindu
ke manakah anak penjual jagung
dan seorang tua linglung
yang berjalan di ujung
Kota ini
seperti bibirmu yang ragu di malam itu
pengap ingin
namun dingin
Sumber: Tanda bagi Tanya (2017)
Analisis Puisi:
Puisi Kota dan Kau" karya Frischa Aswarini adalah sebuah penggambaran yang mendalam dan introspektif tentang hubungan antara kota dan individu, yang disandingkan dengan perasaan ragu-ragu dalam hubungan personal.
Personifikasi Kota: Kota digambarkan sebagai entitas yang hidup dengan karakteristiknya sendiri. Seperti bibir yang ragu, kota memiliki kecemasan dan keragu-raguan dalam identitasnya. Ini menunjukkan bagaimana suasana kota dapat mencerminkan perasaan dan emosi individu yang menghuninya.
Hubungan yang Ragu: Hubungan antara individu dan kota, serta hubungan antarindividu, digambarkan sebagai ragu-ragu dan tidak pasti, mirip dengan keadaan bibir yang ragu di malam itu. Ada ketidakpastian dan keraguan yang melingkupi interaksi sosial dan kehidupan sehari-hari.
Kegelapan Emosional: Suasana kota digambarkan dengan warna gelap dan atmosfer yang pengap, menciptakan gambaran visual yang suram dan terkekang. Hal ini mencerminkan kegelapan emosional dan kesepian yang mungkin dirasakan oleh individu di tengah-tengah kehidupan perkotaan yang sibuk dan tak kenal waktu.
Kehilangan Identitas dan Kehilangan Kontak dengan Alam: Penyair merenungkan kehilangan identitas dan kehilangan kontak dengan alam yang mendasar bagi manusia. Tidak ada lagi hubungan yang tulus dengan alam di tengah-tengah kesibukan kota, seperti yang diungkapkan melalui ketiadaan hujan dan perubahan lingkungan alam.
Nostalgia dan Rindu akan Kehangatan: Ada elemen nostalgia dan rindu akan kehangatan dan koneksi emosional yang hilang, seperti dalam penantian akan anak penjual jagung dan seorang tua linglung. Hal ini menyoroti kerinduan akan kesederhanaan dan kedekatan dalam hubungan manusia yang seringkali hilang di tengah modernitas kota.
Dengan demikian, puisi "Kota dan Kau" merupakan refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan lingkungannya, serta keraguan dan kegelapan emosional yang mungkin dialami dalam konteks perkotaan yang sibuk dan kadangkala membingungkan.
Karya: Frischa Aswarini
Biodata Frischa Aswarini:
- Ni Made Frischa Aswarini lahir pada tanggal 17 Oktober 1991 di Bali, Indonesia.
