Puisi Tentang Kota

Puisi: Kota Kami Dahulu (Karya Motinggo Boesje)

Kota Kami Dahulu tak kukira, kukira kaliku sudah tak di situ lagi kita lama saling terendam sampai lumpurnya jika kau belum lupa pada anakmu sebesar …

Puisi: Kota Luka (Karya Indrian Koto)

Kota Luka di kota ini dulu aku menangisi kesedihan yang tiba-tiba mengetuk setiap pintu. orang-orang kehilangan banyak aku kehilangan siapa pun. aku …

Puisi: Memahami Kota (Karya A. Munandar)

Memahami Kota Mengulum duri menghukum hati untuk mengerti. Aku menjadi kota menampung keributan. 2 Juni 2016 An…

Puisi: Kota yang Terkutuk (Karya Mardi Luhung)

Kota yang Terkutuk Kota yang terkutuk adalah sekarung-tenung yang galau oleh bisik-bisik dan bom dan di atasnya, sekiat perut-matahari mengeringkan s…

Puisi: Orang Kota (Karya Aris Setiyanto)

Orang Kota untuk Supardi jika kau tak ingin datang, Pak tak payah menyebutku 'orang kota' permata yang menjelma dari peluhmu kini, menjadi se…

Puisi: Pantai Kota di Malam Hari (Karya Eka Budianta)

Pantai Kota di Malam Hari Pelabuhan itu kelihatan sayup-sayup dan sunyi ketika sinar matanya yang rindu dan penuh pengharapan memandangn…

Puisi: Kota dan Kau (Karya Frischa Aswarini)

Kota dan Kau Kota ini seperti bibirmu yang ragu di malam itu orang datang menitipkan bimbang ingin mainan sekadar riang tapi selalu abai begitu usai …

Puisi: Kota Ini Gilirannya (Karya Hijaz Yamani)

Kota Ini Gilirannya Kota ini gilirannya diserang wabah yang melanda negeri-negeri jauh Kota ini gilirannya tersapu rumah demi rumah dan gedung-gedung…

Puisi: Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh (Karya Abdul Hadi WM)

Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh AKU ingin mengunjungi sebuah negeri tanpa mesjid dan rumah sakit, tanpa kedai minum, lewat peperangan y…

Puisi: Sajak pada Suatu Hari Libur (Karya Aldian Aripin)

Sajak pada Suatu Hari Libur Kadang-kadang Aku rindu menyatu kembali dengan alam Mereguk air kelapa dan mendengarkan musik Angin…

Puisi: Lanskap Kota (Karya Hijaz Yamani)

Lanskap Kota Aku ingin menyaksikan awan dan ombak daun panorama dan tugu putih di batas kota Tetapi mengapa gemuruh abadi pada september yang menunju…

Puisi: Kota Air (Karya Zen Hae)

Kota Air kematian hanyalah kunci pembuka sebuah kota : orang bersisik cahaya, rumah siput, pepucuk ganggang yang menyala. menyan…

Puisi: Ironi Sebuah Kota (Karya Dimas Indiana Senja)

Ironi Sebuah Kota ( : Ganjar Pranowo ) Kota adalah kepalamu yang dipenuhi surat kabar dan jadwal ceramah …
© Sepenuhnya. All rights reserved.