Puisi: Kota Air (Karya Zen Hae) Kota Air kematian hanyalah kunci pembuka sebuah kota : orang bersisik cahaya, rumah siput, pepucuk ganggang yang menyala. menyan…
Puisi: Ironi Sebuah Kota (Karya Dimas Indiana Senja) Ironi Sebuah Kota ( : Ganjar Pranowo ) Kota adalah kepalamu yang dipenuhi surat kabar dan jadwal ceramah …
Puisi: Kota Tua (Karya Jang Sukmanbrata) Kota Tua Kota tua banyak berjendelanya, memandang garis rumah, trotoar dimataku menjelma wanita terlunta, dinding kusam - retakannya tak berdaya, lam…
Puisi: Paradoks Kota (Karya Melki Deni) Paradoks Kota Waktu masih kanak-kanak kita bermain patgulipat di antara bunga-bunga dan kolong dapur; sebelum alat-alat berat melebarkan jalan-jalan;…
Puisi: Kemarau (Karya Wiji Thukul) Kemarau Ember kosong gentong melompong baju jemuran seng atap rumah menyilaukan mata Bumi menguap blingsatan anjing kucing…
Puisi: Elegia Ibu Kota (Karya Aldian Aripin) Elegia Ibu Kota O, Bapa pemimpin o, pemerintah hati yang beku betapa dingin. Siang betapa panas lelaki kami berkeringat m…
Puisi: Larut Malam Suara Sebuah Truk (Karya Taufiq Ismail) 1946: Larut Malam Suara Sebuah Truk Sebuah Lasykar truk Masuk kota Salatiga Mereka menyanyikan lagu 'Sudah Bebas Negeri Kita…
Puisi: Kota Angin (Karya Beni R. Budiman) Kota Angin Ternyata tak hanya di kotaku angin mampu Menyihir kerikil sebagai gumpalan pasir Dan menciptakan air mata terus menga…
Puisi: Jakarta Hari Ini (Karya Diah Hadaning) Jakarta Hari Ini Seribu langkah hari ini dari terminal ke terminal dari taman ke lain taman dari jembatan-jembatan penyeberangan …
Puisi: Kota Asing (Karya Dorothea Rosa Herliany) Kota Asing Kutempuh perjalanan menembus hutan-hutan kabut. kutempuh perjalanan melewati ganggang. tak selet…
Puisi: Sebutir Bintang di Langit (Karya Diah Hadaning) Sebutir Bintang di Langit Suara-suara malam mengapung di udara basah sehabis hujan senja orang-orang duduk diam mendengarkan biografi mi…
Puisi: Senandung Kota Tercinta (Karya Leon Agusta) Senandung Kota Tercinta gelombang pasang menggulung gelombang lalu kinikah waktu, senyap jadi kumandang gelombang pasang menggulung gelomba…
Puisi: Gerilya (Karya W.S. Rendra) Gerilya Tubuh biru tatapan mata biru lelaki terguling di jalan. Angin tergantung terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh d…