Refleksi Kehidupan
Seandainya resah itu sejenak
Kutitip pada semesta
Dunia yang mengotakkan kita
Pada sudut bentur, sudut tajam
Maka aku tengah
Berbincang
Agar kerut dahi menghilang
Sebentar kulupa
Hembus angin galak
Arus,
Mengombak
Pada kelok-kelok curam
Tajam
Mencintai hidup ini dan arti
Kalau saja pikiran mau melepas
Melekatkan kebeningan
Merajutnya di beranda jiwa
Kukuh tergambar dalam peta diri
Dari refleksi dunia luarku
Tak ada kata tawar menawar
Atau transaksi melunak
Yang siap merunding
Dan sikap ramah
Sebentar,
Kutitip resah itu pada semesta
Lugu keluar dari dunia mengotak
Dari sudut bentur tajam
Tengah berbincang,
Sejenak aku lupa
Jambi, 1995
Sumber: Antologi Puisi Penyair Se-Sumatra (1996)
Analisis Puisi:
Puisi "Refleksi Kehidupan" karya Iriani R. Tandy mengeksplorasi tema refleksi diri, perdamaian batin, dan hubungan manusia dengan alam semesta.
Pergulatan Emosional: Puisi ini dimulai dengan ungkapan tentang "resah" yang dipikirkan dan "dititipkan pada semesta". Ini mencerminkan pergulatan emosional dan pikiran yang sering kali kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Penyair menggambarkan keinginannya untuk menemukan kedamaian dan ketenangan di tengah-tengah kegelisahan.
Dunia yang Mengotakkan: Penyair menyoroti pandangan dunia yang terkadang membatasi dan membingkai kehidupan manusia dalam sudut-sudut tajam dan benturan. Ini bisa diartikan sebagai tekanan sosial, norma-norma, atau ekspektasi yang sering kali mempengaruhi pandangan dan tindakan kita.
Mencari Ketenangan dan Kebeningan: Puisi ini mengekspresikan keinginan untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan menemukan kedamaian dalam kebeningan batin. Penyair menggambarkan proses merajut ketenangan dalam "beranda jiwa", tempat di mana kedamaian dan kekuatan internal dapat ditemukan.
Hubungan dengan Alam Semesta: Penyair menunjukkan hubungan yang dalam antara manusia dan alam semesta. Dengan "menitipkan resah pada semesta", ia mencari kedamaian dan pemahaman yang lebih besar tentang keberadaannya di dunia ini.
Penggunaan Bahasa dan Imaji: Penyair menggunakan bahasa yang halus dan imaji-imaji alam untuk menyampaikan pesan-pesannya. Perumpamaan seperti "Hembus angin galak" dan "Arus, Mengombak" membawa pembaca ke dalam pengalaman alamiah yang menggugah.
Dengan demikian, puisi "Refleksi Kehidupan" adalah sebuah perenungan mendalam tentang kegelisahan manusia, keinginan akan kedamaian batin, dan hubungan yang terjalin antara manusia dengan alam semesta. Melalui puisi ini, penyair mengajak pembaca untuk merenungkan arti kehidupan dan peran kita di dalamnya.
Karya: Iriani R. Tandy
