1995

Puisi: Taman Bunga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Taman Bunga aku lahir sebagai serbuk sari angin menuntunku menuju kepala putik sudah nujuman aku mesti mengigau sendiri melintasi …

Puisi: Kemerdekaan dalam Diary Anni Fitria (Karya Wahyu Prasetya)

Kemerdekaan dalam Diary Anni Fitria kesenyapan yang menjauh dari keriuhan kota serta mikrophon, menjauh dari berita dan gerutu, Allahuakbar, huruf ta…

Puisi: Patiwangi (Karya Oka Rusmini)

Patiwangi Inilah tanah baruku Mata air menentukan hidupnya Ikan-ikan memulai percintaan baru Batang-batang yang menopang daun-daun muda …

Puisi: Gaza (Karya Djoko Saryono)

Gaza (1) langkah lars itu terus berderap dalam pikiran menuju piring-piring di meja makan dan menghidangkan: darah dan kematian lalu kau kunyah bersa…

Puisi: Menulis Manusia (Karya Ariffin Noor Hasby)

Menulis Manusia Menulis manusia dalam lembaran-lembaran hidup aksara-aksara nasib disusun dalam luka kabut sekian ribu kalimat Tuhan mengalir dalam t…

Puisi: Aku Melihat Mesjid Berangkat Tua (Karya Ariffin Noor Hasby)

Aku Melihat Mesjid Berangkat Tua Aku melihat masjid berangkat tua seperti diriku di menaranya beribu suara adzan memanggil gedung-gedung pencakar lan…

Puisi: Anakku Memasak (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Anakku Memasak Anakku bermain pasaran Memasak masa depan dengan ramuannya Pulau-pulau dari sendal jepit dan pecahan genting Berjejer membentuk negeri…

Puisi: Generasi Batu (Karya Aslan Abidin)

Generasi Batu hujan batu kembali turun di kota kami. memecahkan kaca jendela, menghancurkan bola lampu, dan mengotori bak mandi. orang-orang menyambu…

Puisi: Kwatrin Penyair (Karya Widodo Arumdono)

Kwatrin Penyair bagi: H.B Jassin sepedang jiwa menyalang di langit sunyi ikhwal merobek kerajaan sepi di halaman kalam Illahi terasa hidup belum usai…

Puisi: Refleksi Kehidupan (Karya Iriani R. Tandy)

Refleksi Kehidupan Seandainya resah itu sejenak Kutitip pada semesta Dunia yang mengotakkan kita Pada sudut bentur, sudut tajam Maka aku tengah Berbi…

Puisi: Di Depan Patung Tolstoy (Karya Rahman Arge)

Di Depan Patung Tolstoy Mata tajam di lekuk dalam Rimba janggut putihmu menatapku Seakan engkau menyeruku Sudah baca War and Peace? Supaya kau tahu D…

Puisi: Aku Ingin Keluar Kamar (Karya Nurhayat Arif Permana)

Aku Ingin Keluar Kamar aku ingin keluar kamar mengajakmu mencari kupu-kupu dan bunga rumput tetapi kamarku terang seketika ntah karena bola lampu ata…

Puisi: Lalu Kita (Karya Fikar W. Eda)

Lalu Kita Lalu kita saling bertarung terkurung dalam satu arah Engkau hunuskan mata pedang sedang aku cuma bisa pasrah Matamu jadi bo…
© Sepenuhnya. All rights reserved.