Puisi: Zina (Karya Kuntowijoyo)

Puisi "Zina" karya Kuntowijoyo menggambarkan perjuangan dan kepahitan lelaki yang terjerumus dalam dosa zina. Dengan penggunaan metafora dan ...
Zina

Zina adalah nafas lelaki
berlomba dengan kelemahan
mengutuk waktu
sebagai polisi
yang menyediakan penjara
tanpa minum yang cukup
Di buku hariannya tercatat
ia mencoba meneguk air sungai
sia-sia
sedang tangannya mengangkat pasir
yang surut kembali
Tidak diakuinya
selalu ia luput
meniti buruan
di tengah gurun pasir yang terang-benderang:
karena jejak. Sebaliknya dari harapan
terlalu tajam warnanya
maka ia tutup mata
tak pernah berhasil.
Sungguh menyakitkan
matanya merah-merah.
Tak ada gunanya
Ia berpura-pura
seolah seseorang sedang menghukumnya
dan dicobanya membalas dendam
dengan belati
yang melukai tangannya sendiri.

Sumber: Isyarat (1976)

Analisis Puisi:

Puisi "Zina" karya Kuntowijoyo menggambarkan tentang perjuangan lelaki yang terjerumus dalam dosa dan kelemahan, terutama dalam konteks zina. Puisi ini menggambarkan zina sebagai nafas lelaki, sebuah dorongan atau kecenderungan yang tidak bisa dihindari. Zina di sini tidak hanya merujuk pada perbuatan fisik, tetapi juga pada dosa dan kelemahan manusia yang melanggar aturan moral dan agama.

Perjuangan dan Kegagalan: Lelaki dalam puisi ini berusaha meneguk air sungai dan mengangkat pasir sebagai simbol perjuangan untuk melawan godaan zina. Namun, usahanya sia-sia karena dia terus terperangkap dalam dosa dan kelemahan diri sendiri. Meskipun dia berusaha menutup mata terhadap godaan, namun kegagalan terus menghantuinya.

Kesedihan dan Kepahitan: Puisi ini mencerminkan kesedihan dan kepahitan yang dirasakan oleh lelaki yang terjebak dalam dosa zina. Matanya merah-merah karena menahan tangis dan rasa sakit akibat kesalahannya. Tidak ada gunanya dia berpura-pura atau mencoba untuk melawan, karena dia terus terjebak dalam lingkaran kelemahan dan dosa.

Pertarungan Batin: Lelaki dalam puisi ini berusaha membalas dendam pada dirinya sendiri, mencoba untuk menghukum dirinya sendiri atas dosa yang dilakukannya. Namun, usahanya hanya melukai dirinya sendiri, tanpa membawa perubahan yang nyata atau penyelesaian atas dosa yang telah dilakukannya.

Pesan Moral: Puisi ini memberikan pesan moral tentang bahaya dan kesedihan yang terkait dengan zina. Penyair menyoroti konflik batin dan kelemahan manusia yang bisa mengarahkan seseorang pada dosa. Lebih dari sekadar perbuatan fisik, zina juga merusak kejiwaan dan hati nurani.

Puisi "Zina" karya Kuntowijoyo adalah sebuah karya yang menggambarkan perjuangan dan kepahitan lelaki yang terjerumus dalam dosa zina. Dengan penggunaan metafora dan gambaran yang kuat, puisi ini menggambarkan konflik batin dan kesedihan yang dirasakan oleh individu yang terperangkap dalam lingkaran dosa dan kelemahan manusia.

Puisi Zina
Puisi: Zina
Karya: Kuntowijoyo

Biodata Prof. Dr. Kuntowijoyo, M.A.:
  • Kuntowijoyo lahir pada tanggal 18 September 1943 di Sanden, Bantul, Yogyakarta.
  • Kuntowijoyo meninggal dunia pada tanggal 22 Februari 2005 (pada usia 61 tahun).
© Sepenuhnya. All rights reserved.